Festival Film Cannes
12 Juni 2007 | 15:30 WIB
PADA Festival Film Cannes ke-60 tanggal 16-27 Mei 2007
Memerangi Iran?
5 Juni 2007 | 15:06 WIB
SAYA lihat di tayangan televisi BBC dan CNN tanggal 1 April 2007 betapa soal
Singapura Naikkan Gaji
23 Mei 2007 | 15:54 WIB
SINGAPURA dengan penduduk sekitar 4 juta jiwa merupakan negara terkaya nomor dua di Rusia, sesudah Jepang. Produk Domestik Bruto atau GDPnya berjumlah per kapita sekitar $ 31.000. Rata-rata warga Singapura mempunyai penghasilan sekitar $ 2000 per bulan. Itu berarti kl Rp 18 juta.
Hamba Seks Pakistan
15 Mei 2007 | 15:54 WIB
HAMBA seks dalam hal ini adalah terjemahan dari bahasa Inggeris ‘ sex slaves’. Kisah yang akan dipaparkan disini terjadi di Pakistan, sebuah negeri yang bersemangat kuat Islam. Kisah ini ditulis oleh kolomnis Nicholas D Kristof dari suratkabar Internasional Herald Tribune (
Durian Tampa Bau
9 Mei 2007 | 16:24 WIB
DI Thailand ada Songpol Somsri salah satu pakar terkemuka di dunia mengenai durian. Dia melakukan penyilangan buah itu, lebih dari 90 jenis atau varietas. Banyak dari jenis hanya tumbuh liar di hutan. Hasil penyilangan itu dinamakannya Chantaburi No 1. Chantaburi itu adalah nama propinsi tempat kediamannya, juga lokasi dari pusat penelitiannya durian yang secara spesifik ditumbuhkannya itu berbau tidak menyengat seperti pisang. Durian jenis baru itu tidak punya bau seperti sebelumnya khas bau durian.
India Doyan Anggur
2 Mei 2007 | 15:11 WIB
UNTUK pertama kali saya pergi keluar negeri, ketika pada tahun 1949 meliput Konperensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag yang merundingkan soal penyerahan kedaulatan dari Belanda kepada Indonesia. Selain saya sebagai pemimpin redaksi Pedoman hadir pula BM Diah dari Merdeka, Adinegoro dari Mimbar Indonesia, Wonohito dari Kedaulatan Rakyat, Mohammad Said dari Waspada. Di berbagai resepsi yang diadakan di Negeri Belanda itu disajikan kepada para tamu minuman alkohol seperti bir, jenever, whiskey. Tampak bahwa yang lebih disukai ialah minuman bir. Memang minum bir itu adalah ciri orang Belanda.
Romusha
13 April 2007 | 08:27 WIB
ROOMUSHA sebagai anda ketahui berarti ‘pekerja paksa’ di zaman penduduk Jepang (1942-1945). Ketika itu tentara Jepang yang membutuhkan ratusan ribu kuli untuk dipekerjakan dalam pembangunan kereta api di Birma sebagai tenaga pembantu tentara Dai Nippon di medan perang di Pasifik menghadapi tentara Sekutu, terutama Amerika, menculik, mengangkut secara paksa orang-orang itu dari desa-desa. Mereka dinamakan roomusha. Sebagian besar roomusha itu mati karena kelaparan, penyakit, dan sebagainya. Selengkapnya


