Tentang BS

Munculnya penerbitan Harian Berita Sore bukanlah sekedar mengikuti perkembangan demokrasi pers yang dibablaskan melalui Keputusan Presiden (Keppres) mengenai pencabutan Undang-Undang Surat Izin Usaha Penerbitan (UUSIUP) dan dibubarkannya Departemen Penerangan, sehingga munculnya koran/media massa tidak mengikuti arti esensi dari demokrasi itu sendiri.

Selain itu, konsep dasar harian ini tegas adanya proyeksi ke depan dengan menampilkan format-format berita yang mengarah pada titik globalisasi, sebagai tuntutan dari pembaca.

Tapi walaupun begitu sebagai koran yang berpatokan pada kontrol sosial, ekonomi, olahraga, perfilman, politik, kesenian, budaya, pendidikan, dan pembangunan tidak hanya menampilkan scope daerah yang mengarah pada intrik-intrik nasional sebagai dasar perkembangan ke arah internasional. Makanya berita bukan hanya sekedar berita daerah tapi lingkup nasional dan internasional pun dilansir demi tuntutan audiens.

Aktual, transparan, kritis dan progresif selalu ditampilkan dengan gaya inovatif melalui inisiator-inisiator yang sudah ditempah secara profesionalisme intelektual dan pengalaman yang tidak perlu diragukan lagi. Makanya prinsip Berita Sore bukan hanya sekedar informasi tapi lebih mengarah pada koran acuan referensi melihat tawaran-tawaran ke depan.

Berdasarkan planning project tersebut, tanpa ragu-ragu Harian Berita Sore pada tanggal 11 Desember 1998 diturunkan ketangan pembaca. Pembaca jelas raja makanya motto kami “Semua Berita Layak Cetak” tidak terlalu memegang prinsip-prinsip ideologi yang diperjualbelikan, dan tidak mengatasnamakan rakyat tapi riil-nya hanya slogan belaka.

Teriakan jelas suatu berita, tapi dalam layout-nya didampingi managing editor yang selektif, seimbang, akurat dan konsekuen pada pemberitaan yang benar. Analisis jelas sebagai konsep dasar melalui investigasi ke lapangan dengan syarat-syarat sesuai dengan kode etik jurnalistik Indonesia yang elastis.

Harian ini jelas lebih mengutamakan aktualitas yang bersifat akurat makanya disebut Harian Berita Sore karena harus lebih mengutamakan berita yang up-to-date sebelum pagi harinya. Melalui “Yayasan Pers Haji Mohammad Said” inisiator H. Teruna Jasa Said dan H. Prabudi Said sebagai putra dari almarhum H.Mohammad Said dan almarhumah Hj. Ani Idrus telah direstui sebagi penerus untuk melanjutkan perjuangannya di dunia pers untuk menciptakan wartawan yang tangguh dalam menginformasikan pembangunan demi nasionalisme yang bermuara pada demokrasi Indonesia.