Wakapoldasu Mohon Dukungan Dai’ Ciptakan Iklim Kondusif Sumut

      Tidak ada Komentar

WakaWakapolda Brigjen Pol Drs Agus Andrianto, SH bersama Ketua sekaligus pendiri Majelis Taqlim Halimah Indonesia Hj Bunda Indah dan pengurus Majelis Taqlim Halimah Indonesia Senin (9/10) di Mapolda Sumut. (Berita Sore/ist )

MEDAN (Berita): Sejumlah Dai’ muda dan tokoh agama Sumatera Utara dipimpin Hj Bunda Indah, Ketua sekaligus pendiri Majelis Taqlim Halimah Indonesia, bersilaturahim kepada Wakapolda Brigjen Pol Drs Agus Andrianto, SH, Senin (9/10) di Mapolda Sumut.

Bunda Indah didampingi Budiansyah, H Zulkarnen Spdi, H Susanto, Spdi, H Rudi Suntari MA, Drs Yazid mufti Lubis, H Darwin, H Muhammad Syafii S.sos, H Deni Kurniawan.SE, Hj Atik, Hj Syaibatul Aslamiyah dan Hotmatua Paralihan, MAg. Wakapoldasu didampingi Kabid Humas Kombes Rina Sari Ginting dan Dir. Intelkam Kombes Dedy Kusuma Bakti.

Kepada Wakapoldasu, Bunda Indah menyampaikan sehubungan meningkatnya tantangan dan kejahatan di Sumateta Utara maka kerjasama Polri dan ulama serta tokoh agama harus lebih diperkuat. Antara Polri dan ustad bersama para tokoh agama tidak cukup hanya dengan mengandalkan sarana dan komunikasi yang telah ada selama ini.

Oleh sebab itu, ia ingin membuat Satu Forum Dai dan Ulama non politik praktis agar lebih banyak mendapat sumbangsih dalam menciptakan kedamaian dan kebersamaan di Sumateta Utara, Sehubungan hal itu Bunda Indah berharap kegiatan ini mendapat dukungan dari pemerintah, khususnya jajaran Polda Sumatera Utara.

Dukung sepenuhnya

Menanggapi harapan Bunda Indah tersebut, Wakapolda, Brigjen Pol Drs Agus Andrianto, SH, mengapresiasi sekaligus mendukung sepenuhnya kegiatan dimaksud. Termasuk dalam penyelenggaraan kegiatan dan pembentukan acaranya. ”Kami memohon dukungan para ustad dan tokoh agama untuk penciptaan kondisi yang kondusif di Sumatera Utara, “ ujar Wakapoldasu.

Termasuk di era digitalisasi yang berkembang sangat pesat dewasa ini, Wakapoldasu berharap bersama-sama meminimalisir dampak negatifnya. Ia juga mengharapkan masyarakat agar memahami potensi konflik yang terkadang muncul di tengah-tengah masyarakat sejak dini.

Termasuk pula kepada kalangan aparat pemerintahnya diharapkan secara bersama-sama, dan saling bersinergi menjaga stabilitas pangan. Meningkatkan pelayanan publik dan saling bersinergitas sesama aparat pemerintahan.

Wakapoldasu juga mengingatkan agar masyarakat, alim ulama serta para dai’ dan para ustazah berhimpun diberbagai majelis taqlim di Medan khususnya dan Sumatera Utara pada umumnya agar berhati-hati dalam menyerap berbagai informasi yang beredar di tengah masyarakat, termasuk menghindari informasi hoax (bohong), sehingga kekhawatiran terimbas arus negatif lebih jauh dapat dihindari. (rel/wie)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>