Bupati Bireuen : Lima Program Harus Terwujud

      Tidak ada Komentar

BIREUEN (Berita): Bupati Bireuen H Saifannur, sejak dilantik sampai sekarang usia jabatannya dua bulan dua hari, telah memprogramkan lima hal, skala nasional, yaitu IPDN, Rumah Sakit Regional, Stadion Sepak Bola, Tempat Parawisata Regilius dan Bandara Printis, harus ada di Kabupaten Bireuen, ungkap Saifannur dihadapan anggota DPRK setempat yang dihadiri sejumlah tokoh masyarakat,pendiri Kab Bireuen dan para undangan lainnya.
Penjelasan Saifannur dalam rapat Paripurna Istimewa DPRK Bireuen Dalam Rangka “Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 18 Kabupaten Bireuen Tahun 2017”,Kamis (12/10) menyebutkan dia bersama wakil Bupati Muzakkar A Gani, terus memajukan pembangunan untuk kepentingan masyarakat terutama sarana pendidikan.

Yaitu membangun satu Unit Kampus Intitut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),yang membutuhkan lahan seluas 40 hektar sedangkan yang telah disediakan seluas 80 hektar di Kecamatan Peusangan Matannggeulumpangdua,jaraknya 2 Km dari kota kecamatan dan kampuis Almuslim.

Rencana pembangunan Kampus IPDN ini telah ditinjau dari Tim pusat dan Gubernur Aceh diwakili Kamaruddin Andalah Asistwen III Bidang Administrasi dan Pembangunan Setdaprov Aceh.

Pembangunan Rumah Sakit Regional, untuk Aceh dipusatkan di Bireuen,untuk dapat menampung para pasien sejumlah Kabupaten di Aceh dan para tenaga kerja khususnya perawat,dokter dan tenaga lainnya,karena Kabupaten Bireuen kini tenaga honorer (bakti) sebanyak 1,400 orang, dengan dibangunnya rumah sakit tersebut sudah dapat menampung orang tersebut secara resmi.

Bupati Saifannur juga merencanakan membangun satu stadion sepak bola secara modern, dan Bandara Printis, untuk memudahkan bagi masyarakat luar daerah untuk pergi pulang ke Bireuen melakukan berbagai jenis bisnis, bandara ini sangat penting selama ini bagi warga masyarakat untuk ke Jakarta maupun keluar negeri melalui Bandara Malikussaleh Lhoksemawe (Aceh Utara) dan Bandara Iskandar Muda Banda Aceh, oleh sebab itu Bupati Bersama Gubernaur Aceh telah sepakat semua pembangunan tersebut,tambah Saifannur.

Yang paling mendesak ada tempat parawisata regelius karena tanah Paya Kareng telah, bertahun tahun seluas 20 hektar terlantar, sangat cocok untuk dikembangkan parawisata ini,apalagi berbagai jenis kuliner dapat dipasarkan pada tempat wisata ini, sebab selain letak sangat trategis dipinggir jalan nasional Medan Banda Aceh Paya Kareng Sago Kecamatan Peusangan Matanggeulumpang dua,yang selama ini wisata ini belum pernah disentuh oleh pimpinan Bireuen terdahulu,mengingat masyarakat mengharapkan terus berupaya pembangunan ini.

Semuanya ini bisa kita laksanakan dukungan rakyat,tokoh masyarakat termasuk yang terpenting adalan anggota DPRK Bireuen,harus kerja keras dalam pembangunan ini, sebut Saifannur.

Jalan Kreung Meusogop yang telah lama terlantar kita bangun lagi untuk kepentingan para petani dalam membawa hasil bumi ke kota Kecamatan sampai tembus ke Buket Sudan,sudah kita tinjau untuk dilaksanakan pembangunan jalan ini sebagai jalan elak menuju kota sate Matanggeulumpangdua sampai kota gas Lhokseumawe.

Program ini bukan muluk muluk tetapi sudah dirancang secara matang dan telah disetujui Pemerintah Pusat bersama Gubernur Aceh. Belum lagi program rumah singgah nelayan dan program lainnya,dukungan dari tokoh masyarakat dan semua elemen sangat dibutuhkan.

Begitu pula mewakili tokoh masyarakat Birewuen H Hamdani Raden (mantan Bupati Bireuen), Bireuen yang dulu disebut Kota Juang ini dibentuk dengan UU 49 tahun 1999 bersama Kab Seumelue dan Bireuen, terus mendapat pembangunan tetapi belum bisa diharapkan masyarakat lebih maju, dengan Bupati Saifannur dan wakilnya Muzakkar A Gani, akan maju pesat dengan lima program nasional ini,yang telah ada dukungan dari pemerintah pusat termasuk Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.

Sedangkan Ketua DPRK Bireuen Ridwan Muhammad SE,MSi,menyebutkan ,untuk kita kenang sejarah tempo dulu,kita harus “Radio RimbaRaya” dan Pendopo Bireuen, sebagai Cakar Budaya sebab pada 16 sampai 23 Juni 1948, petinggi Republik Indonesia pernah menginap di Bireuen dan mengumandangkan Kemerdekaan RI.Semua ini ,ujar Ridwan Muhammad,telah disampaikan kepada DPR RI di Jakarta pada Komisi XX, menyambut baik Pendopo dijadikan cakar budaya.(zbro)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>