KPH Aceh Amankan Kayu Olahan Dari Hutan

      1 Komentar

Meulaboh ( Berita ) : Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah IV Aceh mengamankan 10 kubik kayu olahan dalam satu unit mobil truk yang dikeluarkan dari kawasan hutan pedalaman Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh.
Kepala KPH Wilayah IV Aceh Usman SP di Meulaboh, Jumat [29/9] , mengatakan kayu olahan tersebut diduga hasil kejahatan perambahan hutan alam di kawasan hutan lindung yang hendak dibawa ke luar daerah tanpa memiliki surat dan dokumen yang sah.

“Informasi awal dari masyarakat, kemudian tim Balai KPH Krueng Meureubo turun melacak kebenaran informasi itu, tim melakukan pengintaian dan mengikuti truk tersebut. Saat dilakukan penghadangan, sopir tidak dapat memperlihatkan dokumen sah,” jelasnya.

Penghadangan truk dengan nomor polisi BL 9078 EB, dilakukan pada Jum’at (29/9) pukul 04.30 WIB, tim KPH menerima informasi awal pada Kamis, (28/9) malam ada satu unit dam truk bergerak dari kawasan Tutut, Kecamatan Sungai Mas, menuju Meulaboh.

Dari hasil pengukuran dan pengujian yang dilakukan oleh tim di Kantor KPH Wilayah IV Aceh, beralamat di Jalan Syiah Kuala, kayu olahan tersebut termasuk dalam jenis kelompok Meranti dengan volume 10,0750 M3, berjumlah 394 potong.

Penangkapan kayu illegal oleh tim KPH Wilayah IV Aceh dan BKPH Krueng Meureubo tersebut atas dasar tidak ada surat-surat legalitas kayu yang sah, penangkapan kendaraan bersama kayu tersebut setelah dikoordinasikan dengan pihak Kepolisian.

“Dalam proses ini kita kordinasikan dengan Polres untuk tindak lanjutnya, kita belum BAP, nanti sopirnya akan kita pangil, pemilik kayu juga akan kita pagil, sebab pemilik kayu sudah kita temukan dan diketahui disebut-sebut Okel,”jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, kayu yang diamankan tersebut diduga dari kawasan Ulu Masen yang mencakup kawasan Taman Nasional dan Konservasi alam di Aceh, ia juga tidak menapik bahwa masih ada aktivitas illegal loging di kawasan pedalaman setempat.

Karena itu, sebut Usman, KPH bersama Dinas Kehuatan Aceh telah berulang kali mengingatkan kepada masyarakat pingiran hutan untuk tidak terlibat dalam kajahatan pengrusakan lingkungan dan melaporkan apabila melihat aksi perambahan hutan alam.

KPH Wilayah IV Aceh mencatat sepanjang Agustus hingga 29 September 2017 sudah menangani enam kasus pengungkapan pelaku illegal loging, beberapa kasus sudah diselesaikan dengan pembinaan karena material kayu ditemukan menggunakan becak.

“Sudah berulang kali peringatan kami sampaikan kepada kawan-kawan bergerak di bidang pengelolaan kayu olahan seperti ini. Masyarakat disekitaran pingir hutan juga sudah kita ingatkan dan kita ajak bekerjasama untuk melaporkan,” kata Usman. (ant )

One thought on “KPH Aceh Amankan Kayu Olahan Dari Hutan

  1. Mimie Queen

    Registrasi Sekarang dan Rasakan Sensasi nya!!!
    whatup : 6281377055002
    BBM: D8C363CA (NEW), D1A1E6DF (NEW), D8DB1C57 (NEW)

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>