Oknum Anggota DPRD Diduga Terlibat Curanmor

      1 Komentar

*Polres Tanjungbalai Tunggu Izin Gubsu

TANJUNGBALAI ( Berita ) : Polres Tanjungbalai didesak mengusut dan mengungkap jaringan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang diduga melibatkan oknum anggota DPRD Labuhanbatu Utara.

“Kita sebagai warga Negara yang memiliki hak sama di mata hukum, meminta keadilan ditegakkan tanpa pandang bulu. Pencuri dan penadah truk saya,harus sama-sama dihukum,”kata pelapor Tuah Budi Irawan, warga Kota Tanjungbalai, kepada Wartawan Senin (25/9).

Menurut Budi, kendati dua tersangka telah ditangkap dan ditahan di Mapolres, namun oknum anggota DPRD yang diduga sebagai penadah, hingga kini belum ditetapkan statusnya sebagai tersangka.

Sementara, kata Budi, berdasarkan pengakuan dua tersangka, Syam alias Udin Pamingke dan Her alias Ucok alias Aceh, keduanya warga Kab.Labura, truk hasil curian BK 8357 VV, dijual kepada oknum anggota DPRD Labura, ESR, senilai Rp 35 juta, dan bak truk diubah dari kuning menjadi biru.

Tersangka Syam alias Udin Pamingke, ditangkap di Desa Gema, Kecamatan Kampar Hulu Kiri, Kabupaten Kampar, Riau. Dalam penangkapan itu,petugas terpaksa melumpuhkan tersangka dengan sebutir timah panas karena berusaha melarikan diri.
Sebelumnya, Unit Jahtanras Polres Tanjungbalai terlebih dahulu menangkap tersangka Her alias Ucok. Keduanya ditangkap berdasarkan laporan polisi LP 204/ VII /SU/ Rest.Balai, mengenai pencurian 1 unit truk nomorpolisi (nopol) BK 8357 VV, dengan pelapor Tuah BudiIrawan. Pengakuan pelapor, truk itu hilang dari halaman parkir gudangnya, di Jl. Arteri, Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datuk Bandar, KotaTanjungbalai.

Menurut Budi, dalam penegakan hukum terkait pencurian truk miliknya ini, seolah-olah oknum anggota DPRD itu kebal hukum dan masyarakat biasa tidak bisa mendapatkan hakyang sama di mata hukum.Kapolres Tanjungbalai AKBPTri Setyadi Artono melalui Kasat Reskrim AKP Heri Syofyan mengatakan, kasus curanmor atas pelapor Tuah Budi Irawan masih berlanjut dan pihaknya telah menangkap dua tersangka.

Dalam waktu dekat ini, kata Heri, pihaknya akan melimpahkan berkasnya ke Kejari Tanjungbalai.Terkait keterlibatan oknum anggota DPRD Labura dalam jaringan curanmor itu, Heri mengakui pihaknya masih menunggu izin Gubsu untuk memanggil dan memeriksa wakil rakyat itu.

Hal itu berdasarkan pasal 53 ayat 1 dari UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, yaitu izin dari gubernur ini diperlukan dalam hal ada tindakan penyidikan terhadap anggota DPRD kabupaten/kota.

“Jadi, menurut UU 32/2004, tindakan penyidikan terhadap anggota DPRD termasuk pemanggilan sebagai saksi, perlu mendapatkan izin dari Gubsu,”kata Heri. Akan tetapi, apabila persetujuan tertulis tersebut tidak diberikan dalam waktu 60 hari sejak permohonan diajukan, maka proses penyidikan dapat dilaksanakan atau pemanggilan paksa sesuai pasal 53 ayat 2 dari UU 32 Tahun 2004.(WSP/a14/I)

One thought on “Oknum Anggota DPRD Diduga Terlibat Curanmor

  1. Mimie Queen

    Gabung Bersama kami Di BOLAVITA permainan yang “SANGAT MENARIK”
    BBM: D8C363CA (NEW), D1A1E6DF (NEW), D8DB1C57 (NEW) whatup : 6281377055002

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>