Menlu Temui Presiden ICRC Bahas Krisis Rakhine

      1 Komentar

New York ( Berita ) : Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi bertemu dengan Presiden Komite Internasional Palang Merah (ICRC) Peter Maurer di New York, Kamis, guna membahas masalah kemanusiaan yang terjadi baik di Negara Bagian Rakhine, Myanmar maupun Bangladesh.

Menlu Retno bertemu Presiden ICRC di sela kegiatan Sidang Majelis Umum PBB ke-72 di Markas Besar PBB, New York. Dalam pertemuan tersebut dibahas tentang bagaimana Indonesia dapat membantu misi dari Palang Merah Indonesia untuk mengatasi isu kemanusiaan di Myanmar dan Bangladesh.

“Saya juga baru membahas adanya undangan dari ICRC untuk wakil Indonesia dalam rangka kunjungan kemanusiaan ke Rakhine State kalau tidak salah pada bulan Desember,” kata Menlu Retno di New York, Kamis [21/9].

Menlu mengungkapkan bahwa berkomunikasi dengan Palang Merah Indonesia terus dilakukan karena pihak Pemerintah Myanmar mengatakan akan bekerja sama dengan gerakan palang merah termasuk dengan ICRC untuk penyaluran bantuan kemanusiaan. “Tentunya ICRC akan memegang peran yang sangat penting,” kata menlu.

Selain itu Myanmar juga telah memberikan lampu hijau bagi lembaga bantuan kemanusiaan ASEAN, AHA Centre, yang akan dilibatkan di dalam distribusi bantuan kemanusiaan walaupun sampai sekarang belum dibahas bagaimana mekanismenya, kata Menlu.

Yang menjadi prioritas sekarang adalah bantuan apa yang bisa terlebih dahulu masuk ke daerah yang , setelah itu baru dilakukan asesmen. Indonesia berada di garda depan dalam melaksanakan misi kemanusiaan untuk krisis pengungsi di Bangladesh dan negara bagian Rakhine, Myanmar.

Indonesia telah mengirimkan bantuan kemanusiaan dengan menggunakan delapan pesawat Hercules ke Bangladesh untuk pengungsi Rohingya. Sementara pada Rabu lalu, Indonesia kembali memberangkatkan bantuan bagi para pengungsi dengan menggunakan dua pesawat Hercules C-130 melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta menuju ke Yangon, Myanmar.

Kedua pesawat tersebut membawa sejumlah bantuan kemanusiaan, diantaranya makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil, paket makanan siap saji, tenda, selimut, tangki air, kain sarung, dan obat-obatan dan telah diserahkan ke Pemerintah Myanmar untuk didistribusikan ke Sittwe, ibu kota negara bagian Rakhine, Myanmar.

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dalam pidatonya di sesi Debat Umum SMU-PBB ke-72 pada Kamis menyatakan bahwa Indonesia bersama komunitas Internasional menyatakan keprihatinan dan perhatiannya terhadap krisis kemanusiaan yang terjadi di Myanmar. “Jangan sampai ada lagi krisis kemanusiaan manusia yang dibuat manusia di dunia ini,” kata wapres.

Indonesia telah mengusulkan Formula 4+1 kepada Pemerintah Myanmar untuk krisis di Rakhine yang berisi usulan: (i) mengembalikan stabilitas dan keamanan; (ii) menahan diri secara maksimal dan tidak menggunakan kekerasan; (iii) perlindungan kepada semua orang yang berada di Rakhine State, tanpa memandang suku dan agama; dan (iv) pentingnya segera dibuka akses untuk bantuan kemanusiaan.

Menlu Retno mengatakan bahwa empat elemen pertama dari formula tersebut adalah tanggung jawab bagi pemerintah Myanmar. Satu elemen lainnya adalah pentingnya rekomendasi Laporan Komisi Penasehat untuk Rakhine State pimpinan mantan Sekjen PBB Kofi Annan dapat segera diimplementasikan. “Apa yang dunia internasional bisa lakukan adalah memberikan bantuan kemanusiaan dan juga implementasi dari laporan Annan tersebut,” kata Menlu Retno. (ant )

One thought on “Menlu Temui Presiden ICRC Bahas Krisis Rakhine

  1. Mimie Queen

    Gabung Bersama kami Di BOLAVITA permainan yang ” SANGAT MENARIK ”
    BBM: D8C363CA (NEW), D1A1E6DF (NEW), D8DB1C57 (NEW) whatup : 6281377055002

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>