TKI Bermasalah Berharap Pulang

      Tidak ada Komentar

TKIKonjen RI Pulau Penang Iwanshah Wibisono menerima cenderamata diberikan Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto Wiyogo MPd dan pengurus berfoto bersama saat berkunjung ke Kantor Konjen RI di Pulau Penang, Selasa (12/9). ( Repro/WSP/Anum Saskia/B )

PENANG ( Berita ) : Kongres Wanita Indonesia (Kowani) berkunjung ke Konsul Jenderal RI di Pulau Penang Malaysia, Selasa (12/9). Kedatangan rombongan sebagai perwakilan organisasi diterima Konjen RI Pulau Penang, Iwanshah Wibisono.

Ketua Umum Kowani HjGiwo Rubianto, MPd menyebutkan, kunjungan ini melihat para TKI bermasalah ditampung di Konjen RI. Di sana rombongan mendapatkan masukan dari TKI mengapa mereka bermasalah.

Hasil kunjungan ini akan dibahas dalam rapat kerja bersama pengurus Kowani untuk mendapatkan solusi.“Umumnya TKI di sana bermasalah dan menunggu dipulangkan ke tanah air.

Mereka tidak mendapatkan hak-haknya dari majikan. Namun mereka tetap punya harapan untuk melanjutkan kehidupan dengan memiliki pekerjaan ditanah air,”kata Giwo Rubianto bersama organisasi pengurus Kowani Yuliati Sugiri, Ery Simajuntak dan Utari Soekarno.

Giwo Rubianto menyebutkan, banyaknya TKI yang tidak menerima hak-haknya dari majikan tempat dia bekerja perlu menjadi perhatian bersama agar para TKI yang akan bekerja nantinya mendapat perlindungan.

Menurut Giwo, nasib TKI dipenampungan KJRI patut menjadi perhatian bersama dan masalahnya agar segera diselesaikan. Sebab, kata dia, setelah dipulangkan dari KJRI Pulau Penang ke kediaman masing-masing, mereka butuh pekerjaan untuk kelangsungan hidup.

Konjen RI Pulau Penang Iwanshah Wibisono menyambut baik kedatangan Kowani ke kantornya. “Ini sangat positif, apalagi ada rencana untuk memberi keterampilan bagi TKI, agar mereka memiliki bekal masa depan,terutama mampu mandiri dan tidak berpikir lagi bekerja di luar negeri karena akhirnya tidak sesuai dengan harapan mereka,” katanya.

TKI yang ada di penampungan KJRI saat dikunjungi rombongan Kowani mengadukan nasib mereka selama menjadi TKI. Ada yang mengaku bekerja belasan tahun tidak menerima upah.

Kemudian mengaku disakiti oleh majikan sehingga melarikan diri. Bahkan ada yang digaji hanya2.500 ringgit selama setahundan uang itu belum diterimanya,hingga melarikan diri ke KJRI. “Kami ingin pulang, tak ingin lagi bekerja sebagai TKI,”kata mereka berurai airmata. (WSP/m37/J)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>