Ribuan Nelayan Batubara Demo Tuntut Penghapusan Pukat Terlarang

      Tidak ada Komentar

unjukBupati Batubara OK Arya Zulkarnain dalam pertemuan dengan massa nelayan kecil di tanah lapang Limapuluh dalam aksi demo. ( Repro/ WSP/Iwan Has/B )

LIMAPULUH ( Berita ) : Ribuan nelayan berskala kecil yang tergabung dalam Masyarakat Nelayan Tradisional Batu-bara (Mantab) melakukan aksidemo menuntut penghapusan pukat tarik, trawl dan sejenisnya diperairan tersebut, Selasa (12/9).

Kedatangan massa nelayan yang berasal dari berbagai desa pantai di Batubara tersebut mengenakan kaos putih bertuliskan “Mantab” menggunakan kendaraan bermotor maupun truk memasuki tanah lapang Kec.Limapuluh yang tidak jauh dari kantor Bupati Batubara.

“Kami harapkan akhir September batas pukat terlarang beroperasi di perairan Batubara. Dan Oktober sudah dapat ditertibkan sebagaimana hasil kesepakatan nelayan bersama aparat terkait dan DPRD,” tukas koordinasi aksi Syawaluddin Pane di sela-sela unjuk rasa.

Menurut nelayan, kehidupan mereka semakin terjepit akibat pengoperasian pukat terlarang dan beroperasi dizona tangkapan nelayan kecil seperti di kawasan perairan Kuala Tambun Tulang perbatasan Batubara – Asahan.

Ketua Komisi B Fahmim(PAN), M Syafii (PDI-P), Citra Muliadi Bangun (PKS), Ida Nasution (PPP) dan Wakil Ketua Suwarsono mengaku sengaja keluar dari sidang paripurna semata untuk bertemu dengan massa nelayan.

Menurut Fahmi, pihaknya tetap konsisten dengan kesepakatan yang telah dibuat dan ditandatangani bersama dengan aparat terkait memberi batas waktu kepada pukat terlarang sampai September. Dan selanjutnya melakukan tindakan tegas. “Kami di sini hanya sebagai wakil rakyat dan selaku eksekutor adalah aparat hukum yang menjalankan memberikan tindakan,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Suwarsono mengatakan akan mendiskusikan masalah ini dengan aparat hukum.Setelah beberapa lama berorasi di tanah lapang Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain bersama Kapolres AKBP Dedy Indriyanto mendatangi massa nelayan.

Dalam pertemuan tersebut bupati menegaskan Kementerian Kelautan akan mengganti alat tangkap terlarang, sehingga nantinya tidak ada lagi konflik soal tangkapan di laut. Kapolres Batubara AKBP Dedy Indriyanto memberikan apresiasi kepada nelayan yang secara tertib menyampaikan aspirasi. (WSP/a13/J)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>