Keturunan Raja-raja Aceh Surati Presiden

      1 Komentar

*Proyek Ipal Minta Direlokasi

BANDA ACEH ( Berita ) : Keturunan Raja-Raja Aceh dari berbagai kerajaan mengirim surat yang berisikan pesan kepada pemerintah pusat agar proyek pembangunan Instalasi Pengolahan air limbah (Ipal) dapat direlokasi.

Pasalnya, proyek itu dikerjakan di atas makam para raja dan ulama Aceh, yang berada di Gampong Pande, Banda Aceh, Aceh. Surat itu juga ditembuskan kepada Kementerian PUPR dan Pemerintah Aceh.

Dalam pengerjaannya, proyek yang masuk dalam program strategis nasional itu dinilai telah merusak sebagian nisan Raja dan Ulama, bahkan memindahkannya dari tempat semula.

Para keturunan raja ini mengambil inisiatif agar proyek itu dihentikan dan pindahkan ke tempat lain. Teuku Raja Nasaruddin dari keturunan Raja Kuala Bate mengatakan,situs sejarah yang berada di areal proyek itu perlu diselamatkan.

“Bukan berarti ditenggelamkan begitu saja. Apalagi ini makam para Raja, Cendekiawan dan Ulama masa itu.Ini harus kita jaga dan jangan sampai dihilangkan,” tegasnya kepada wartawan saat mengunjungi proyek Ipal di nGampong Pande, Minggu (10/9).

Jika makam itu dipindahkan, kata dia, nilai historis yang berada di tempat baru akan hilang. Kemudian di generasi yang akan datang nantinya akan memunculkan pertentangan.

Sementara Teuku Raja Saifullah dari Kerajaan Negeri Dayah mengungkapkan, Gampong Pande adalah tempat yang pernah menjadi kota besar pada masa kerajaan dulu.

Banyak situs sejarah dan makam bersemayam di tempat itu. Dia menyesalkan sikap Pemerintah yang membangun tempat pembuangan tinja dilokasi bersejarah itu. Tindakan itu, menurutnya, bentuk pelecehan kepada endatu Aceh.

“Bayangkan ini kotoran manusia ditimbun di atas makam Raja dan Ulama. Ini cukup memalukan bangsa Aceh bila sempat dilihat bangsa Melayu seperti Johor, Brunei dan Selangor,” katanya.

Pihaknya juga tak ingin menyalahkan semua aparatur yang terlibat. Apalagi ini sudah terjadi dan menunjukkan kepada rakyat bahwa di Gampong Pande ini terdapat kerajaan besar, yaitu Kerajaan Darul Makmur.

Untuk itu, semua keturunan raja yang hadir mengirimkan surat kepada pihak terkait dan pemerintah pusat agar proyek itu dipindahkan.“Kami tegaskan bahwa proyek itu harus dipindahkan dari Gampong Pande, terserah mau dipindahkan kemana apalagi Aceh ini luas,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, anggota DPR RI Komisi III, Nasir Djamil yang turut ikut ke lokasi akan menindaklanjuti surat itu, dengan menyampaikan aspirasi para Keturunan Raja dan masyarakat agar proyek itu diberhentikan sementara hingga pemerintah bersikap.

“Harapan kami itu ada moratorium agar ini diberhentikan sementara, sambil aspirasi ini di kelola oleh pemerintah pusat,” kata Nasir Djamil. Keturunan raja yang meninjau lokasi proyek itu ialah,Teuku Iskandar Muda dari Kerajaan Raja Jeumpa dan keluarga besar Ulebalang Aceh dan Habib Atau Alawiyin Aceh.(WSP/cdr/J)

One thought on “Keturunan Raja-raja Aceh Surati Presiden

  1. mimie queen

    Kunjungi kami, gan. Ada banyak bonus menarik :)
    Info Lebih Lanjut Bisa Hub kami Di :
    line : bolavita
    whatup : 6281377055002
    BBM : D1A1E6DF – D889B99C – BOLAVITA (NEW)

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>