Dewan Sesalkan Pemkab Aceh Tenggara Absen Ikut Pra Pora

      1 Komentar

KUTACANE ( Berita ) : Keraguan publik bakal tidak ikut sertanya Kabupaten Aceh Tenggara dalam Pekan Olahraga (Pora) Aceh 2018 di Aceh Besar, terjawab sudah. Itu setelah Pemkab Aceh Tenggara tidak menganggarkan satu rupiah pun dana untuk Pra Pora.

Kepastian absennya Aceh Tenggara dalam pesta olahraga tingkat Provinsi Aceh tersebut, menyusull penolakan Sekdakab Gani Suhud menganggarkan dana Pra Pora sebagai langkah awal ikut Pora, kendati Bupati Hasanuddin sebagai Ketua Umum KONI Agara secara lisan telah menyetujui anggaran yang diusulkan pengurus KONI Kabupaten Agara.

Sekretaris KONI Agara, Syahrizal Selian, membenarkan mentoknya tindaklanjut realisasi dana yang dibutuhkan bagi kontingen Aceh Tenggara dari berbagai cabang olahraga agar bisa ikut Pra Pora 2018 di Kabupaten Aceh Besar.

Seharusnya, sebelum memasuki Agustus lalu, sebagian besar cabang olahraga telah mengikuti seleksi Pra Pora bersama utusan kabupaten/kota lainnya di Aceh, agar bisa ikut bertanding dan bersaing di Pora. Namun sayangnya, sampai memasuki awal September ini, belum ada satu pun cabang olahraga dari Aceh Tenggara yang ikut seleksi Pora.

Hal itu disebabkan tidak adanya satu rupiah pun anggaran KONI yang dialokasikan pada APBK 2017 ini, kendati Pora telah menjadi kalander kegiatan olahraga di seluruh daerah.

Menyikapi derasnya arus permintaan dari berbagai cabang olahraga, pengurus KONI telah membuat rancangan anggaran agar beberapa cabor yang belum melaksanakan seleksi melalui Pra Pora bisa ikut seleksi.

“Beberapa cabor memang telah selesai melaksanakan Pra Pora, namun kita berharap pada cabor yang belum melaksanakan Pra Pora seperti sepakbola dan lainnya bisa kita ikuti. Namun sayangnya karena ketiadaan dana, niat tersebut terpaksa kita urungkan,” ujar Syahrizal yang juga Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Agara, Minggu (10/9).

Beberapa pekan lalu, pengurus KONI telah menemui Bupati Agara yang juga Ketua Umum KONI Agara terkait usulan dana Pra Pora senilai Rp 700 juta. “Pada prinsipnya bupati menyetujui usulan dana Pora tersebut dan mengarahkan pengurus agar menemui Sekdakab. Namun akhirnya Sekdakab tak berani menganggarkan dana tersebut, mungkin karena keterbatasan anggaran daerah kita,” urai Syahrizal.

Ketua Komisi D DPRK Agara, Nur Lelawati, melalui anggota komisi Roy Darwan Tarigan didampingi anggota dewan lainnya Sufyan Sekedang menyesalkan kurang tanggapnya pihak Pemkab Aceh Tenggara, sehingga utusan Bumi Sepakat Segenep tak bisa ikut Pra Pora.

“Benarkah menyediakan dana Rp700 juta untuk Pra Pora saja keuangan daerah tak mampu? Lantas mau diapakan olahraga di Aceh Tenggara ini. Padahal Pra Pora dan Pora merupakan ajang olahraga besar, bahkan tujuannya juga sangat mulia untuk pembinaan generasi muda dan penjaringan atlet berprestasi menuju PON 2020,” tandas Roy Darwan.

Hal senada dikatakan anggota DPRK M Saleh Lira, Fajriansyah, Kasirin Sekedang, dan Muslim Sekedang. Mereka menilai Pemkab Agara kurang peduli olahraga. “Sangat disayangkan Agara tidak ikut Pra Pora. Ajang ini kan meyangkut marwa daerah juga,” katanya. (WSP/b26/C)

One thought on “Dewan Sesalkan Pemkab Aceh Tenggara Absen Ikut Pra Pora

  1. mimie queen

    Kunjungi kami, gan. Ada banyak bonus menarik :)
    Info Lebih Lanjut Bisa Hub kami Di :
    line : bolavita
    whatup : 6281377055002
    BBM : D1A1E6DF – D889B99C – BOLAVITA (NEW)

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>