Ribuan Massa Al Washliyah Aksi Solidaritas Untuk Rohingya

      Tidak ada Komentar

MEDAN ( Berita ) : Ribuan massa dari keluarga besar Alwashliyah Medan, menggelar aksi solidaritas untuk tragedy Rohingnya, Jumat. Mereka yang terdiri dari dari Ikatan Pelajar Al Washliyah (IPA) , Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (Himmah) guru, dan pelajar,menggelar aksi di depan Universitas Alwasliyah (Univa), di Jl.S.M Raja.

Aksi massa tersebut dilakukan pada pukul 09:00 dan berakhir hingga menjelang pelaksanaan shalat Jumat. Kemudian dilanjutkan shlat gaib bersama untuk korban kekerasan di Rohingya.

Aksi yang dilakukan jamaah Al-Washliyahini sempat memacatkan jalan di sekitar tempat itu, selama dua jam. Peserta aksi solidaritas membawa spanduk yang berisi penolakan kekerasan yang terjadi pada umat muslim di Rohingya.

Ketua PD Al Washliyah Medan A’zam Nasution, mengatakan semua kekerasan dan pembantaian harus dihentikan. Dia mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia bersatu untuk turut membantu etnis Rohingya dalam segi apapun .” Masyarakat Rohingya harus bebas dari kekejaman yang sudah menimpa mereka bertahun-tahun,” ujarnya A’zam Nasution, juga mengajak pemerintah agar lebih peduli atas aksi yan g dilaksanakan oleh masyarakat muslim, dan menyuarakannya pada dunia luar.

“ Pada waktu ini kami seluruh warga Al-Washliyah yang tergabung dalam aksi bela Rohingya terdiri dari pengurus, organisasi bagian, seperti IPA ,Himmah, Al Washliyah se-Kota Medan, pelajar dan mahasiswa yang berjumlah 5.000- an turun ke jalan mendukung aksi bela muslim Rohingya,”tuturnya.

Sementara itu, Kordinator aksi Dedy Suhairi,dalam orasinya mengatakan bahwa yang terjadi di Myanmar adalah kejahatan yang keji dan biadab yang telah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).Maka dari itu, aksi mengajak seluruh lapisan warga Al Jamiyatul Washliyah dan seluruh kaum muslim untuk terus menyuarakan jihad melawan kemunkaran, dan kebiadaban para biksu dan militer yg membantai umat muslim Rohingya.

Sedangkan Penanggung jawab aksi M. Haikal Elkahfi, menyebutkan tragedi kekejaman yang terjadi di Myanmar, adalah sebuah kejahatan yang terorganisir yang dimotori para biksu dan tentara yang sangat tidak berprikemanusiaan.

Mereka memperlakukan manusia lebih hina dari pada binatang.”Kalau pemerintah Indonesia mengizinkan, kami warga Al Washliyah, siap fisabilillah untuk membela kaum muslim Rohingya,’’ katanya. (WSP/cru/C)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>