1,5 Ton Mi Berformalin Disita

      1 Komentar

* DPRD: Bunuh Manusia Secara Perlahan

PEMATANGSIANTAR ( Berita ) : 1,5 Ton mi kuning berformalin dan boraks bersama 10 liter cairan formalin, tepung boraks 5 kg dan alat produksi berupa alat pres, cetak dan pemotong kembali ditemukan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan di Kota Pematangsiantar dan Kab. Simalungun, Kamis (7/9).

Mi berformalin itu ditemukan BBPOM ketika melakukan penggerebekan bersama personel Poldasu di pabrik mi Simpang Kerang, Jl. Medan, Kel. Sumber Jaya, Kec. Siantar Martoba serta pabrik mi Jl. Mangga, Kel. Pardamean, Kec .Siantar Marihat, Kec. Siantar Marihat, Pematangsiantar serta di pabrik mi di Balijo, Nagori (desa) Nagojor, Kec. Tanah Jawa Simalungun.

Selain menyita berbagai barang bukti, BBPOM juga menangkap para produsen mi kuning berformalin itu terdiri SM dari Simpang Kerang, Jl. Medan, YD dari Jl. Mangga,Kel. Pardomuan dan FR dari Balijo, Nagori Nagojor. Seluruh barang bukti dan produsen mi itu dibawa ke satu wismadi Jl. Melanthon Siregar, Pematang siantar.

Kepala BBPOM Medan Yulius Sacramento Tarigan menyebutkan pihaknya melakukan penggerebekan di Pematangsiantar dan Simalungun setelah mendapat informasi masih ada pengusaha yang mencampur mi produksinya dengan bahan berbahaya formalin dan boraks.

Menurut Yulius, ketika produsen mi di tempat lokasi itu hendak diamankan, mereka sempat berkelit dan membantah sebagai pemilik usaha pabrik mi itu. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, akhirnya ketiganya mengakui sebagai pemilik pabrik mi itu.

Namun, imbuh Yulius, dari hasil pemeriksaan sementara,mereka masih berstatus saksi, meski akhirnya nanti mereka akan ditetapkan menjadi tersangka sesudah dilakukan pemeriksaan selanjutnya. Tiga pengusaha pabrik mi itu akan dibawa bersama barang bukti yang disita ke Medan untuk proses selanjutnya.

Menurut Yulius yang didampingi Kabid Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan Dinkes Pemko Pematangsiantar Urat Simanjuntak,setelah ketiganya ditetapkan sebagai tersangka, akan dijerat dengan UU RI No. 12 tahun 2012 tentang pangan dengan ancaman hukuman penjara dua tahun dan denda Rp 4 Miliar serta UU RI No. 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan pidana penjara lima tahun dan denda sebesar Rp 2 miliar.

Produsen mi berformalin harus dihukum pidana penjara, karena secara tidak langsung telah membunuh manusia secara perlahan terutama yang berada di Kota Pematangsiantar.

“Kalau sudah ada temuan berulang-ulang, produsen mi berformalin harus dihukum pidana penjara, karena sudah membunuh manusia secara perlahan,” tegas Sekretaris Komisi II DPRD Pematangsiantar Henry Dunand Sinaga, Kamis(7/9) sore.

Selain itu, menurut Henry dengan ditemukannya berulangkali mi berformalin berarti tingkat pengawasan Pemko tidak terlalu memperhatikan kondisi itu, padahal dengan dengan kejadian berulang itu berarti Pematangsiantar sudah tercemar dengan makanan berformalin. Henry mengharapkan Pemko harus meningkatkan pengawasan, lebih jeli dan harus melakukan inspeksi mendadak dalam pengawasan seluruh pabrik mi. (WSP/a30/J)

One thought on “1,5 Ton Mi Berformalin Disita

  1. Mimie Queen

    Registrasi Sekarang dan Rasakan Sensasi nya!!!
    ADU BANTENG, Sabung Ay*m, Sportbo*k, Pok*r, CEM*, C*PS*, DOMIN*, Casin*
    whatup : 6281377055002
    BBM : D1A1E6DF – D889B99C – BOLAVITA (NEW)

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>