Pembelian Lahan Pasar Induk Tebingtinggi Diduga Mark-Up

      Tidak ada Komentar

TEBINGTINGGI ( Berita ): Pembelian lahan pertapakan Pasar Induk di Kec.Padang Hulu, Jl. AMD, Kel. Lubuk Baru, Kec. Padang Hulu, seluas 5.612 m2 (14 rante) dengan pagu Rp 2,180 miliar diduga telah dimark up.

Pasalnya, pembelian yang dilakukan Dinas Perdagangan Kota Tebingtinggi dinilai sejumlah kalangan tidak wajar alias terlalu mahal dan tidak sesuai nilai jual obyek pajak (NJOP) di kawasan itu.

Sejumlah aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) Kota Tebingtinggi menyampaikan hal itu melalui pernyataan tertulis kepada Wartawan, Rabu(6/9). Di antara LSM itu, adalah Jaringan Pemantau Kewenangan (JPK) dan Pemerhati Sosial Warga Kota (Pewarta).

Pihak JPK menyebutkan adanya dugaan mark-up,karena sesuai NJOP di kawasan itu, harga tanah per rante hanya sekira Rp 70 juta hingga Rp100 juta. Jika kemudian, harga itu dikalikan dengan jumlah lahan yang dibeli, yakni 14 rante. “Saya kira hitung sendiri berapa jumlahnya dan tambahkan pula dengan pajaknya, hanya berkisar Rp 1,4 miliar,” ungkap aktivis JPKMH Siregar.

Sedangkan aktivis Pewarta menyebutkan lahan yang dijadikan pertapakan pasar induk kecamatan itu merupakan lahan bekas perkebunan sawit dan tidak berada di jalan strategis. Sehingga, kalau mau hitung-hitungan harga pembelian bahkan bisa lebih murah dari perkiraan sementara. “Jadi kita persoalkan kemana sisa dana pembelian itu dialokasikan Dinas Perdagangan,” tanya Tajuddin Tanjung.

Kadis Perdagangan melalui Kabid Sarana Prasarana (Sarpras) selau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Harry Hutajulu menjelaskan ketidahtahuannya dalam proses pembelian lahan dimaksud.

Menurutnya, pembelian lahan pertapakan pasar induk kecamatan itu, langsung dilakukan Kadis Perdagangan. Namun dijelaskannya,dalam pembelian lahan itu,proses penetapan harga lahan sudah melalui laporan penilaian melalui jasa konsultan publik,setelah sebelumnya melalui studi apreisal. “Hal-hal lebih jauh dalam proses itu saya tidak tahu,” tegas Harry, di ruang kerjanya.

Wali Kota Tebingtinggi Umar Z. Hasibuan saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui pelaksanaan pembelian lahan itu. Wali kota berjanji akan memanggil Kadis Perdagangan terkait pembelian lahan itu. (WSP/a09/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>