Mahasiswa Protes Tambang Emas Ilegal

      Tidak ada Komentar

PANYABUNGAN ( Berita ) : Terkait maraknya Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dan galian C ilegal di Madina, puluhan mahasiswa dan pelajar yang tergabung dalam tujuh organisasi menggelar aksi demo ke Polres Madina, Rabu (6/9).

Tujuh organisasi mahasiswa yang demo yakni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pancasila (Satma PP), Satma AMPI, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Pantauan wartawan di lapangan, massa ingin bertemu langsung Kapolres Madina AKBP Martri Sonny. Meski sudah lebih dua jam berorasi, namun belum juga ada informasi dari pihak Polres Madina. Akibatnya situasi memanas dan terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dengan personel Polres Madina.

Dalam orasinya, pengunjukrasa menyebutkan ada oknum polisi yang diduga melindungi praktik tambang emas ilegal di Kabupaten Madina. Mereka juga menilai penegakan hokum terhadap praktik PETI tersebut dianggap tebang pilih.

“Berdasarkan pantauan dan investigasi kami, ada dugaan kuat bahwa praktik PETI ini dilindungi oknum polisi. Kami melihat penegakan hukum terhadap PETI ini tebang pilih,” teriak mereka.

Kasat Shabara AKP Eddy yang pertama menemui pengunjukrasa mengatakan, pimpinan mereka sedang bertugas di Medan. “Pak Kapolres sedang bertugas di Medan, beliau tidak ada di tempat. Kalau mau menyampaikan aspirasi, silakan saja. Kami akan sampaikan kepada beliau,” ucap AKP Eddy.

Mendengar penjelasan Kasat Shabara, perdebatan pun terjadi. Pengunjuk rasa tidak mau menerima begitu saja alasan tersebut, dan meminta pihak kepolisian menunjukkan surat tugas Kapolres Madina yang membuktikan AKBP Martri Sonny sedang tugas diluar daerah.

Tidak lama kemudian,Wakapolres Madina Kompol M.Hutabarat menemui pengunjukrasa. Di hadapan pengunjukrasa, dia membenarkan bahwa pimpinan mereka sedang berada di Medan dan mengadakan pertemuan dengan anggota DPRDSU.

Mendapat penjelasan dari Wakapolres, pengunjukrasa akhirnya membubarkan diri,dan mereka akan menyampaikan aspirasi kembali setelah Kapolres berada di Madina. (WSP/c14/C)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>