Dewan Pers Dan BNPT Sepakat Pentingnya Literasi Media

      Tidak ada Komentar

MEDAN ( Berita ) : Anggota Dewan Pers Jimmy Silalahi mengajak masyarakat untuk jeli membedakan antara produk pers dengan informasi yang beredar di media social karena medsos bukan produk jurnalistik.

Ia mengingatkan pentingnya literasi media dan kemungkinan munculnya aksi teroris baru bila pemberitaan media massa semakin menurun terkait pemberitaan terorisme dan radikalisme.

Sedangkan Willy Pramudya selaku staf ahli pers di BNPT mengingatkan media massa membentengi diri dari informasi hoax atau kabar palsu. Pengalaman selama ini, khususnya berkaca pada bom Thamrin lalu, banyak media melakukan pembohongan dalam peliputan terorisme.

“Dua jam pertama beritanya diulang terus, bom bastis,bom di mana-mana, sampai 10 jam berlalu masih ada media televisi yang menyebut ‘’breaking news’’ dan yang lebih memprihatinkan konfirmasi berita baru akan dilakukan setelah penayangan berita yang membingungkan itu.

Terbukti, media televise dan online melakukan pemberitaan salah, besoknya masih dikutip media cetak, dan dikutip lagi media luar negeri, ’’Willy yang juga wartawan senior Kompas Jakarta.

Kasus bom Thamrin menjadi contoh bagaimana media dengan serampangan memberitakan aksi bom di beberapa tempat selain Thamrin. Padahal tidak demikian. ‘’Sejak itu kami melakukan kajian dan bersama Dewan Pers membuat pedoman penulisan berita terorisme. Tujuannya agar masyarakat (publik) mendapatkan berita yang benar,faktual’’, demikian Willy.

Jimmy Silalahi mengharapkan media massa semakin baik dan mencerdaskan, sebagaimana diharapkan Presiden Jokowi, Dewan Pers giat melakukan verifikasi media yang saat ini pendataannya dilakukan kawan-kawan SPS di daerah. Mereka yang melakukan seleksi berkas persyaratan lalu berkas dikirim ke Jakarta untuk kami periksa sebagai media terdaftar di Dewan Pers.

Jimmy dan Willy mengatakan hal itu dalam Visit Media Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumut ke harian Analisa dan TVRI Sumut, Rabu (6/9).

Rombongan dari Jakarta didampingi Ketua FKPT Sumut DR H Zulkarnain Nasution, MA bersama unsur penguruslainnya. Keduanya (Dewan persdan BNPT) mengingatkan pentingnya peran media massa dalam melayani kepentingan publik secara profesional.

Itu sebabnya mereka datang ke Sumut untuk melakukan pelatihan terhadap penggiat media, termasuk medsos dalam forum literasi media. Melalui pelatihan literasi sehari Kamis (7/9) di Hotel Polonia Medan diharapkan pengetahuan dan pengalaman peserta meningkat.

Literasi media ini sangat penting dalam upaya mencegah dan menangkal radikalisme dan terorisme di masyarakat, diselenggarakan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumut.(WSP/m03/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>