Usir Dubes Myanmar Di Indonesia

      Tidak ada Komentar

MuslimMassa menggelar aksi solidaritas untuk Rohingya di Jakarta, Rabu (6/9). Dalam aksinya mereka mengutuk keras pembantaian umat muslim Rohingnya di Myanmar. (ant/Akbar Nugroho Gumay )

Jakarta ( Berita ) : Aksi demonstrasi di depan Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta, Rabu [6/9], menuntut pengusiran Dubes Myanmar untuk Indonesia.
“Dubes agar diusir dari sini, kita putuskan diplomasi dengan mereka,” kata Ketua Presidium Alumni 212 Kapitra Ampera di sela aksi demonstrasi yang diikuti sejumlah elemen masyarakat tersebut.
Dia mengatakan upaya pengusiran akan menjadi bagian menekan pemerintah Myanmar agar menghentikan kejahatan kemanusiaan dengan mengintimidasi orang Rohingya.

Menurut dia, pemerintah Myanmar telah kehilangan hati nurani dengan melakukan pembunuhan massal/genosida, pengusiran, penyiksaan dan bentuk intimidasi lainnya terhadap etnis Rohingya.
Maka dari itu, Kapitra mengatakan sebaiknya Indonesia tidak perlu berkawan dengan pemerintah yang melakukan pelanggaran kemanusiaan seperti Myanmar. “Tidak perlu berkawan dengan orang yang kehilangan hati nurani terhadap kemanusiaan,” kata dia.

Dia mengatakan bahwa dalam perang, orang sipil tidak boleh menjadi sasaran. Akan tetapi, militer Myanmar beserta masyarakat sipil bersenjata justru membidik sipil Rohingya sebagai target operasi pembunuhan.

Dalam tuntutannya, Kapitra juga mendesak pemutusan diplomasi Indonesia dengan Myanmar, embargo Myanmar dan agar Indonesia mengirim pasukan perdamaian ke Rakhine State di Myanmar. Tujuannya, agar orang Rohingya dapat terselamatkan dan mendapatkan hak-haknya sebagai manusia.

Ribuan Orang Demo

Ribuan orang memadati Jalan H Agus Salim di depan kantor Kedutaan Besar Myanmar, Jakarta, Rabu untuk melakukan demo damai guna membela warga Rohingya yang mengalami tindakan kekerasan.

Sejumlah ormas seperti Front Pembela Islam (FPI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pemuda Bulan Bintang, dan Gerakan Pekerja Muslim Indonesia (GPMI) sejak pukul 11.15 WIB sudah membentangkan spanduk bertuliskan “Aksi Solidaritas Kemanusiaan Rohingya.”

“Kami mengutuk para teroris yang melakukan pembantaian besar-besaran terhadap etnis Rohingya!” kata Mira Sumira dari Gerakan Pekerja Muslim Indonesia saat berorasi di atas mobil komando.

Sebelumnya pemerintah Myanmar melakukan aksi pembunuhan terhadap 1.000 warga Rohingya terutama warga sipil. Tentara Myanmar juga membakar banyak desa dan melempar anak-anak warga ke dalam api.

Melihat kondisi umat muslim Rohingya diperlakukan tidak adil, ribuan orang Indonesia yang melakukan aksi di depan Kedutaan Besar Myanmar tersebut menuntut pemerintah Indonesia untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan pemerintah Myanmar.

Tidak hanya itu, massa aksi juga menyampaikan beberapa tuntutan kepada Kedutaan Besar Myanmar antara lain, Pemerintah Myanmar berhenti melakukan diskriminasi dan aksi pembantaian terhadap etnis Rohingya, mengakui etnis rohingya sebagai bagian dari warga negara Myanmar, dan Pemerintah Myanmar wajib memastikan kesejahteraan warga Rohingya.

Kaum buruh yang berdemo juga menyampaikan aspirasi mereka kepada Presiden Joko Widodo untuk turun tangan langsung dalam kasus pembantaian warga Rohingya. “Presiden Joko Widodo harus bertindak tegas karena banyak dari negara-negara Islam di dunia seperti Pakistan mendukung Indonesia untuk menyelamatkan warga Rohingya,” kata Mira.

Saat ini Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi atas perintah Presiden Joko Widodo sudah berada di Myanmar untuk membahas krisis keamanan dan kemanusiaan yang terjadi pada warga Rohingya.
Retno Marsudi, juga telah menggelar pertemuan dengan Menteri Luar Negeri, Bangladesh Abdul Hasan Mahmood Ali di Dhaka, Selasa (5/9). Beberapa hal yang dibahas Retno dan Abdul berkaitan dengan krisis kemanusiaan yang sedang dihadapi Rohingya.

Sementara itu, dari pihak Kapolda Metro Jaya mengatakan ada sekitar 5.000 hingga 6.000 personel gabungan Polisi dan TNI Angkatan Darat digerakkan untuk mengamankan berlangsungnya demo. Pengamanan dilakukan sejak pukul 07.00 WIB. Kawat berduri dipasang di depan Kedutaan Besar Myanmar dan sebagian ruas jalan.

“Saya menginformasikan kepada masyrakat yang melewati atau yang menuju ke Kedutaan Besar Myanmar untuk mengambil jalan lain karena seluruh jalan ditutup dan dialihkan,” kata Kabid Humas Kapolda Metro Jaya, Agro Yuwono.

Sekalipun unjuk rasa berlangsung aman, enam orang berusaha untuk memprovokasi para pendemo lannya. Mereka berusaha membuat kericuhan dengan merusak kawat berduri, namun dari anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) berusaha menenangkan rekan-rekan mereka itu. (ant )

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>