PBB Didesak Segera Kirim Pasukan Perdamaian

      Tidak ada Komentar

* Hentikan Pembantaian Etnis Rohingya

MEDAN ( Beritga ) : Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus segera mengirimkan pasukan perdamaian untuk menghentikan pembantaian yang dilakukan militer Myanmar terhadap etnis Rohingya
“Etnis Rohingya butuh perlindungan nyata, bukan ocehan, kata-kata prihatin, mendesak, atau sekedar imbauan,” kata sosiolog Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Dr. Ansari Yamamah, Selasa (5/9),menanggapi pembantaian etnis Rohingya di Myanmar.

Menurutnya, jika sejak awal pasukan perdamaian PBB dikirim ke Myanmar, tentu pembantaian terhadap etnis Rohingya tidak terjadi sampai hari ini.“Tidak ada kata terlambat, pasukan PBB harus segera tiba di Myanmar secepatnya,”katanya.

Dia mengakui, jika banyak pihak mempertanyakan mengapa PBB tidak mengirim pasukan perdamaian membantu muslim di Myanmar, seperti ketika mengirim pasukan perdamaian ke sejumlah Negara yang dilanda perang atau konflik pelanggaran HAM.

Jangan sampai masyarakat dunia meragukan posisi PBB sebagai organisasi perdamaian dan menjungjung tinggi HAM. “PBB jangan lagi menunda-nunda pengiriman pasukan perdamaian ke Myanmar,”tegasnya.

Selain mendesak PBB, Dr.Ansari Yamamah, juga meminta pemerintah Indonesia siap masuk ke dalam pasukan perdamaian PBB tersebut. Karena hal itu sesuai dengan pernyataan Presiden Jokowi, yang menyebutkan perlu tindakan nyata membantu menyelesaikan konflik di Myanmar.

Disamping itu, menuru Ansari Yamamah, PBB perlu mengusulkan dan meninjau ulang hadiah Nobel Perdamaian kepada Aung San Suu Kyi. Sebab,genosida jelas ada depan mata Aung San Suu Kyi, dan dia diam saja.

“Harusnya tanpa disuruhpun, Aung San Suu Kyi mengembalikan Nobel yang diraihnya. Sebab dia bukan orang yang tepat menerima hadiah Nobel Perdaimaian tersebut,” bebernya. Ansari Yamamah, mengatakan PBB jangan lagi mengulur waktu untuk mengirim pasukanke Myanmar. Sebab, sebelumnya PBB abai, dan pembantaian berlanjut.

Kekejaman militer Myanmar terhadap etnis Rohingya sudah berulangkali terjadi sehingga menimbulka ngelombang pengungsian besar-besaran ke Bangladesh dan negara-negara lain di Asia.

Katanya, sebelum semua bukti-bukti lenyap, pasukan perdaimaian dan tim pencari fakta PBB sudah tiba di Myanmar. Sebab, militer Myanmar berupaya menghilangkan bukti pembantaian dengan membakar jenazah etnis Rohingya. (WSP/m49/C)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>