125.000 Rohingya Mengungsi

      Tidak ada Komentar

SungaiSebuah keluarga etnis Rohingya mencapai perbatasan Bangladesh dengan menyeberangi sebuah sungai di Cox bazaar, Selasa (5/9). (Repro/WSP/ AP )

* Tekanan Kepada Suu Kyi Meningkat

COX’S BAZAR, Bangladesh/Dhaka ( Berita ) : Pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi, terus mendapat tekanan dari beberapa negara dengan penduduk Muslim besar seperti Indonesia, Bangladesh, dan Pakistan untuk menghentikan kekerasan terhadap kelompok etnis minoritas Rohingya.
PBB saat ini sudah memperkirakan ada sekitar 123.600 orang Rohingya yang mengungsi yang tiba di perbatasan Banglades. Dengan demikian, jumlah total pengungsi Rohingya di negara tersebut kini meningkat menjadi 210 ribu orang sejak Oktober tahun lalu, saat kelompok radikal yang sama menggelar serangan serupa.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi sudah menemui Suu Kyi dan panglima tentara Min Aung Hliang pada Senin untuk mendesak Myanmar menghentikan pertumpahan darah. Retno dijadwalkan terbang ke ibu kota Banglades,Dhaka, pada Selasa (5/9) ini.

“Otoritas keamanan harus segera menghentikan segala bentuk kekerasan dan memberikan bantuan kemanusiaan serta bantuan pembangunan jangka pendek maupun jangka panjang,” kata Retno setelah bertemu dengan kedua tokoh itu di ibu kota Myanmar.
Indonesia Jadi Sorotan

Upaya diplomasi Indonesia melalui Menlu Retno dalam meredam krisis Rohingya di Negara bagian Rakhine, disorot dunia internasional. Beberapa media asing turut memberitakan keberangkatan Retno ke Myanmar untuk berunding dengan petinggi Myanmar.

Langkah Menlu tersebut atas instruksi Presiden Joko Widodo.Kantor berita Inggris, Reuters, memberitakan upaya diplomasi Indonesia tersebut. Pada Minggu, Reuters memberitakan keberangkatan Retno ke Myanmar dengan judul Indonesia Envoy to Urge Myanmar to Halt Vilonce Against Rohingya Muslims.

Pemberitaan yang sama juga muncul dari media Timur Tengah asal Qatar, Al-Jazeera. Pada tanggal yang sama, Al-Jazeera memberitakan keberangkatan Retno ke Myanmar untuk berunding dengan sejumlah tokoh penting untuk menghentikan pembantaian terhadap etnis Muslim Rohingya.

Sedangkan media Singapura, Channel News Asia pada Senin,memberi judul Indonesian Minister to Meet Suu Kyi Amid Protest over Rohingya terkait pertemuan Retno dan Suu Kyi serta Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar. Al-Jazeera juga memberitakan kelanjutan rangkaian diplomasi Indonesia melalui Menlu Retno yang kini tengah bertolak ke Dhaka, Banglades.

Kedatangan Retno ke Bangladesh bertujuan melobi pemerintah Bangladesh agar bersedia membantu melindungi pengungsi Rohingya yang mengungsi ke sana. Gelombang kekerasan terbaru di negara bagian Rakhine dimulai pada 25 Agustus lalu saat sejumlah kecil kelompok radikal Rohingya menggelar serangan terkoordinasi dengan sasaran puluhan pos penjagaan polisi dan sebuah pangkalan militer.

Pihak militer kemudian membalas sehingga korban tewas melonjak hingga mencapai 400 orang dan memicu gelombang pengungsian ke Banglades. Perlakuan terhadap 1,1 juta warga etnis Rohingya kini menjadi tantangan besar bagi pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi yang dikritik karena membiarkan persekusi terhadap minoritas Muslim.

Pemerintah Myanmar sendiri menuding kelompok militant Rohingya sebagai pelaku pembakaran rumah dan kematian warga sipil. Namun sejumlah badan pemantau hak asasi manusia, dan juga para pengungsi Rohingya yang sudah sampai di Banglades, mengatakan bahwa mereka terpaksa meninggalkan Myanmar karena pembunuhan dan pembakaran rumah oleh para tentara.

“Indonesia memimpin upaya ini dan tentu saja ada kemungkinan negara ASEAN lain akan bergabung,” kata H.T. Imam, penasihat politik Perdana Menteri Banglades Sheikh Hasina, kepada Reuters. “Jika kita bisa terus menekan Myanmar dari ASEAN, dan juga India, maka hasilnya diharapkan akan bagus,” kata dia. (WSP/afp/AP/rtr/And/J)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>