Militer Myanmar Bakar Mayat Warga Rohingya

      1 Komentar

MYANMAR ( Berita ) : Kelompok pemantau hak asasi bagi warga Rohingya, Arakan Project, mengatakan tentara Myanmar dan sejumlah warga sipil berusaha menutupi pembantaian terhadap kaum minoritas muslim Rohingya dengan membakar mayat mereka.
Direktur Arakan Project Chris Lewa menuturkan, organisasinya telah mendokumentasikan sedikitnya 130 pembunuhan di satu daerah di kawasan Rathedaung.

Dia mengatakan sejumlah laporan mengabarkan di tiga desa lain puluhan warga Rohingya dibunuh. “Yang kami temukan saat ini adalah setelah warga Rohingya dibunuh, militer dan warga sipil lainnya mengumpulkan mayat-mayat mereka lalu membakarnya untuk melenyapkan bukti,” kata dia, seperti dilansir laman the Independent, Senin (4/9).

“Aparat keamanan mengepung sejumlah desa lalu menembaki warga serampangan,” ungkap Lewa. Meski laporan-laporan itu belum terkonfirmsi dan Arakan Project juga belum melakukan wawancara lebih rinci kepada para pengungsi Rohingya di Bangladesh, namun Lewa mengatakan pihaknya sudah memonitor dan operasi pembunuhan dan penghilangan jejak kekerasan itu masih terjadi di Myanmar.

Anak-anak Dibakar Hidup-hidup

Sejumlah warga muslim Rohingya yang mengungsi akibat kekerasan militer Myanmar di Negara Bagian Rakhine menyampaikan kesaksiannya tentang apa yang telah terjadi di wilayah konflik itu.
Seorang pria bernama Abdul Rahman, 41 tahun,mengaku dia mengungsi dari desa Chut Pyin setelah desanya diserang selama lima jam oleh militer Myanmar.Rahman mengatakan kepada lembaga kemanusiaan Fortify Rights, sekelompok warga Rohingya dikepung dan diikat didalam sebuah gubuk bambu lalu dibakar.

“Kakak saya dibunuh, dia dibakar (tentara Myanmar) bersama teman-temannya,” kata dia, seperti dilansir laman theIndependent, Minggu (3/9). “Kami melihat jenazah anggota keluarga di ladang. Ada bekas luka sayatan dan lubang peluru di tubuh mereka.” katanya.

“Dua keponakan saya kepalanya dipenggal. Yang satu berumur enam tahun dan satu lagi sembilan tahun. Adik ipar saya ditembak,” tambahnya. Warga lain bernama Sultan Ahmad, 27 tahun, member kesaksian serupa.

”Sejumlah orang dipenggal dan luka disayat.Kami bersembunyi di dalam rumah ketika warga dari desa lain memenggal orang-orang,” kata dia. Para penduduk desa yang selamat juga menceritakan kejadian tidak jauh berbeda. “Otoritas Myanmar tidak bisa melindungi warga. Tekanan internasional sangat diperlukan,” kata Matthew Smith, kepala Fortify Rights.

Indonesia Minta Akses Bantuan Dibuka

Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi meminta pemerintah dan otoritas keamanan Myanmar untuk membuka akses masuk bagi pemberian bantuan kemanusiaan untuk mengatasi krisis yang terjadi di Rakhine State.

Menlu Retno Mrasudi akses bantuan kemanusiaan ke Rakhine State dapat segera dibuka, khususnya bagi lembaga-lembaga swadaya masyarakat (LSM) Indonesia yang berniat dan siap membantu, seperti disampaikan dalam keterangan pers Kementerian Luar Negeri RI yang diterima di Jakarta, Senin (4/9). “Indonesia telah siap untuk segera membantu Myanmar dalam memberikan bantuan kemanusiaan, kita menunggu akses untuk dibuka,” ujar Menlu Retno.

Menlu RI berharap bantuan kemanusiaan yang diberikan Indonesia dapat mencapai semua orang yang memerlukan,tanpa terkecuali. Dia mengatakan, bantuan kemanusiaan diwilayah-wilayah di mana penduduk sangat memerlukan bantuan pangan dan obat-obatan harus didahulukan.

Selain itu, Menlu Retno mengharapkan agar otoritas keamanan Myanmar dapat segera mengembalikan keamanan dan stabilitas di Rakhine State. Dia menekankan bahwa keamanan dan stabilitas di Rakhine state sangat diperlukan agar bantuan kemanusiaan dan proses rehabilitasi serta pembangunan inklusif yang selama ini berlangsung dapat kembali dilanjutkan, termasuk upaya pembangunan yang sedang dilakukan oleh pemerintah Indonesia.

Pemerintah Indonesia melakukan beberapa upaya pembangunan inklusif dan rehabilitasi kondisi di Rakhine state, antaralain pembangunan rumah sakit di Marauk U; program bantuan di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi; dan peningkatan kapasitas termasuk oleh Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM).

Dalam kunjungannya ke Naypyidaw, Menlu Retno Marsudi melakukan pertemuan dengan para pejabat tinggi pemerintah Myanmar, salah satunya Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar, Jenderal Senior U Min Aung Hlaing.

Dalam pertemuan dengan Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar, Menlu RI menyampaikan bahwa penurunan ketegangan di Rakhine State harus menjadi prioritas pemerintah Myanmar.

Menlu Retno juga menyampaikan pentingnya rekomendasi hasil laporan “Advisory Commission on Rakhine State” yang dipimpin Kofi Annan.“Indonesia menyambut baik hasil laporan tersebut dan mengharapkan tindak lanjut rekomendasi laporan dapat segera dilakukan,” tutur Menlu RI. (WSP/mdk/Ant)

One thought on “Militer Myanmar Bakar Mayat Warga Rohingya

  1. Suzhi Mei

    BolaVada
    Khusus Multiplayer..
    POKER, CEME, KIU KICK, CAPSA bisa dimainkan melalui HP lo..
    Ready for your ANDROID and IOS..
    Kunjungi website kami di www. bolavada .com
    atau Hubungi Kami di:
    BBM : D89CC515
    Whatsapp : 0812-9727-2374
    LINE : BOLAVADA
    Facebook : BOLAVADA

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>