70.000 Orang RI Berada Di Australia

      1 Komentar

Australia1Economic Counsellor Kedutaan Besar (Kedubes) RI di Canbera, Irwan Sinaga (kanan) bersama Djasamen Saragih (kiri), peneliti di Australian National University (ANU) di Kantor Kedubes RI (KBRI) untuk Australia di 8 Darwin Avenue, Yarralumla, Canberra Australia baru-baru ini. (Berita Sore/Hj Laswie Wakid )

CANBERRA, AUSTRALIA (Berita) : Secara geografis letak Benua Australia tidak jauh dengan Kepulauan Republik Indonesia (RI) sehingga tak heran jika banyak warga RI yang berada di sana, bahkan sudah menetap menjadi penduduk negara itu.

Economic Counsellor Kedutaan Besar RI (KBRI) di Canberra, Australian Capital Teritory (ACT) Irwan Sinaga mengatakan hal itu kepada tiga wartawan dari Medan termasuk wartawati Harian Berita Sore Hj Laswie Wakid Jumat (18/8 ) beberapa hari lalu.

Saat itu Irwan didampingi pengamat sosial dan lulusan S3 Australian National University (ANU) Djasamen Saragih yang pernah menjabat Direktur Pusat Persahabatan Indonesia-Amerika (PPIA) di Medan. Djasamen beristerikan Silvya Saragih, warga Australia yang kini menetap di Canberra.

Irwan menyebut data yang diperoleh ada sekira 70.000 warga RI kini berada menyebar di seluruh Australia diantaranya di Canberra saja sekira 1.000 orang. Tapi paling banyak ada di Sydney (New South Wales), Melbourne (Victoria) dan Canberra
Australian Capital Territory (ACT). “WNI biasanya pelajar, mahasiswa. Ada juga pelajar yang kemudian menikah dengan orang sini,” jelasnya.

Menurut Irwan, saat ini Australia menjadi tujuan belajar paling tinggi di dunia bagi pelajar dan mahasiswa Indonesia. Kalah Eropa bahkan AS. “Alasannya karena Australia sangat dekat secara geografis dengan Indonesia, tapi kultur jauh kali, lebih mengarah ke negara Eropa dan Amerika,” jelas Irwan.

Secara geografis, ujung Australia jaraknya sekira 127 mil atau 200-an km dengan Kupang. Dari Perth, Australia ke Kupang dengan pesawat sekira 45 menit. Penerbangan juga rapi, banyak pesawat termasuk Garuda ke Melbourne, Sydney dan Perth.

“Makanya banyak pelajar RI sekolah di sini, karena dekat, standar bagus dan kualitas internasional seperti Australian National University merupakan universitas bergengsi dan masuk dalam universitas unggulan dunia,” kata Irwan.

Di sini pelajar RI membentuk kumpulan namanya Australia Indonesia Youth (AIA) atau Persatuan Pelajar Indonesia Australia (PPIA). Jumlah pelajar yang kini berada di Australia berkisar 19.000 orang, tercatat beasiswa sektar 500-600 orang setahun. “Memang tujuan belajar di Australia sudah tinggi dibanding negara lain,” ungkap Irwan.

Dengan Australia sendiripun, pendidikan ini sudah besar. Untuk penelitian Australia ini sudah bagus, terutama untuk Asia Pasifik. Australian National Univrsity (ANU) rangking 20 dunia setelah Harvard, MIT dan lain-lain.

Irwan menambahkan negara Australia penduduknya 24 juta, yang diisi cuma pinggir-pinggirnya saja, sehingga hampir seluruh kota-kota di Australia berdekatan dengan laut. Sedang di dalamnya dibiarkan karena banyak potensi tambang. Jadi mereka perlu tenaga kerja.

Jadi ada negara bagian ACT ibukotanya Canberra yang kalau lulus S3 bisa merekomendasikan untuk kerja di sini dan visanya yang mengarah ke permanent resident (penduduk tetap). Dia mengakui sejak banyak teroris, Australia mengetatkan penerbitan visa.

Irwan mengisahkan dulu WNI masuk kesini, awalnya ada pelaut Bugis, Makasar datang ke orang-orang Aborigin menjual teripang (timun laut). Secara tradisional sudah berdatangan orang RI ke sini. “Kami tahu persis kalau ada orang RI yang melapor,” katanya.

Ekonomi Australia

Irwan menyebut ekonomi Australia besar, Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto (PDB) sekira 1,2 triliun-1,3 triliun dolar AS. Dengan penduduk 24 juta, maka jika dibagi menjadi 40.000-50.000 per kapita. Bandingkan dengan Indonesia, penduduk sekira 240 juta, GDP nya sekira 3.000-4000 per kapita, jadi GDP Indonesia kecil. “Sekarang hubungan RI dengan Australia cukup bagus. Yang paling besar itu hubungan ekonomi,” katanya.

Menurutnya, ekonomi Australia juga didukung ekonomi Usaha Kecil Menengah (UMK), sama dengan Indonesia, tulang punggungnya ekonomi UKM. Indonesia mengirimkan yang tidak ada di Australia seperti manufaktur, ban, TV, kertas ada yang langsung made in Indonesia, ada yang packing Australia.

Sebaliknya, Australia mengirim barang-barang kreatif produk sepatu, perhiasan, minyak dan gas juga tinggi. Impor dari Australia lainnya batik, tapi katun itu diimpor banyak dari Australia. Juga mie instan, gandumnya diimpor dari Australia, termasuk sapi dan buah-buahan.

Hubungan investasi Australia bagaimana bisa ditingkatkan lagi. Kini sedang negosiasi dengan membentuk Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA CEPA). Pemerintah Indonesia dan Australia sepakat untuk merevitalisasi mekanisme IA CEPA sebagai bagian dari upaya untuk lebih memperluas kerjasama ekonomi dan perdagangan serta investasi kedua negara.

Jadi dalam perundingan IA CEPA banyak menteri yang terlibat, ada 50 dari kementerian, dan badan-badan, termasuk Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). “Memang diplomasi ekonomi yang menjadi fokus kita,” jelasnya.

Juga membentuk Free Trade (perdagangan bebas) Australia ASEAN Newzeland Free Trade Agreement (AANFTA). Free trade untuk meningkatkan ekonomi dan perdagangan. Nanti dikirim tenaga kerja yang standar global.

“Kita minta ada kerjasama supaya skill kita yang praktis, misalnya di bidang tourism dan rumah sakit,” jelas Irwan. Ia mengakui kultur bisnis agak beda dg Australia. Orang Indonesia, berteman dulu baru kontrak. Kontrak sebesar apapun tapi kalau berantam tak jalan kontrak. Kalau Australia termasuk negara Barat lainnya, kalau berantam, kontrak tetap berjalan. Di Indonesia, ada 400 perusahaan Australia yang menanamkan investasinya seperti perbankan; ANZ dan Commonwealth bank.

RI Penting

Menurut Irwan, Australia menganggap Indonesia sangat penting dan ikut mendorong ekonomi negara RI. Karena pentingnya maka Kedutaan besar Australia di Jakarta paling besar di dunia dengan hampir 200 diplomat dan 400 staf lokal.

Sebaliknya, Kedubes RI di Austraia juga termasuk besar di dunia. Australia dengan ASEAN berpenduduk 400 juta, termasuk 240 juta di Indonesia. Pada 12 September 2017, tambah Irwan, ada gelaran “Diplomatic Reseption” berupa Festival Indonesia dengan mengundang warga RI di Australia dan WN Australia. (wie)

One thought on “70.000 Orang RI Berada Di Australia

  1. Suzhi Mei

    Ayuk Mainkan sekarang juga di Bolavada..
    Buat kamu yang suka bermain Sportbook..
    Kini Hadir buat kamu yang mau bermain di mana saja dan kapan saja..
    Tunggu apa lagi, Kunjungi website kami di www. bolavada .com
    atau Hubungi Kami di:
    BBM : D89CC515
    Whatsapp : 0812-9727-2374
    LINE : BOLAVADA
    Facebook : BOLAVADA

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>