WN Malaysia Ditangkap Bawa 258 Gram Sabu

      Tidak ada Komentar

SabuKABAG Wasidik Ditres Narkoba Poldasu AKBP JHS Tanjung memperlihatkan barang bukti sabu disaksikan antara lain, Zaky Firmansyah dan Brigjen Pol Andi Loedianto di Kantor BC KNIA. ( Repro/ WSP/Irianto/B )

DELISERDANG ( Berita ) : Seorang warga negara (WN) Malaysia ditangkap petugas tim Beadan Cukai dalam kasus narkoba jenis sabu,setibanya di Kualanamu International Airport (KNIA), menumpang pesawat AirAsia (QZ 123) dari Kualalumpur. Selain tersangkanya berinisial, TS,45 warga Kedah, Malaysia, petugas juga menyita 258 gram sabu.
Kepala Kantor Bea dan Cukai (BC) Kualanamu, Zaky Firmansyah didampingi Kepala BNN Sumut Brigjend Pol Andi Loedianto dan Kabag Wasidik Ditres Narkoba Poldasu AKBP JHS Tanjung, Senin (14/8) membenarkan hal itu. “Tersangka TS merupakan WN Malaysia kini diamankan di Ditres Narkoba Poldasu,”katanya.

Zaky menambahkan tertangkapnya TS berkat adanya kecurigaan petugas saat dia melewati pemeriksaan X-Ray di terminal kedatangan international Kualanamu. Petugas yang melihat gerak-gerik pria pemilik paspor A40495644 ini langsung memeriksanya.

Di hadapan petugas awalnya, TS yang ditangkap Kamis (3/8) lalu itu membantah membawa barang terlarang, namun saat dilakukan pemeriksaan secara mendalam, dia tak berkutik. Di saku celana, sepatu dan bahkan di anus ditemukan narkotika jenis sabu.

Zaky juga didampingi Kasi Penindakan dan Penyidikan (P2) Orlando Hamonangan Sianipar dan Eko Fahruli menuturkan, pihaknya bekerjasama instansi terkait saat ini sedang mengembangkan kasusnya. “Modus yang dilakukan TS ini merupakan modus lama, tapi jaringannya terbilang baru,”paparnya.

Barang terlarang yang dibawa TS merupakan titipan dari AM warga Malaysia yang merupakan majikannya. “Jadi, TS hanya diberi upah RM1.000 atau sekitar Rp 3 juta, membawa sabu ke Medan,” cetusnya.

Brigjen Loedianto maupun Manager Keamanan Kuswadi mewakili GM PT Angkasa Pura II Kualanamu memberikan apresiasi terhadap tangkapan Bea dan Cukai. “Patut diapresiasi, dan tentu pihak terkait hingga saat ini masih mengembangkan kasus,” bebernya.

Disebut jaringan baru,lanjut Andi Loedianto, karena saat masuk ke KNIA tersangka diduga didampingi langsung oleh warga asing. “Jadi, tersangka TS pun tidak tahu kalau dia juga dipantau oleh orang lain yang juga sesama WN Malaysia,” pungkasnya. (WSP/cir/I)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>