Saudi Serbu Kaum Syiah Awamiya,Ribuan Warga Mengungsi

      Tidak ada Komentar

RIYADH, Arab Saudi ( Berita ) : Pasukan keamanan Arab Saudi menyerbu sekelompok pria bersenjata Syiah di Awamiya dan mengakibatkan lusinan bangunan hancur serta ribuan warga setempat mengungsi.
Penyerbuan dilakukan setelah pasukan keamanan menuding para pria bersenjata tersebut bertanggung jawab atas serangan mematikan terhadap polisi di kota berpenuduk 30 ribu orang itu tiga bulan lalu.

Sejumlah jurnalis yang diajak pemerintah melakukan kunjungan ke Kota Awamiya,Rabu (9/8), menyaksikan gedung-gedung rusak parah akibat adu senjata antara pasukan bersenjata dengan mereka.

Para wartawan yang dikawal oleh pasukan khusus kendaraan lapis baja melihat jala-jalan hancur ketika akan memasuki zona adu senjata di kota tersebut.“Tidak ada pertempuran selama kunjungan wartawan ke Kota Awamiya, meskipun warga setempat mengatakan masih ada suara ledakan,” lapor Al Jazeera, Kamis.

Pemerintah Arab Saudi tidak menyebut jumlah korban tewas akibat baku tembak tersebut, namun perwakilan Kementerian Dalam Negeri melaporkan sedikitnya 8 polisi dan 4 tentara tewas sejak operasi militer berlangsung.

Sedangkan warga Kota Awamiya menyebut setidaknya 9 warga sipil tewas akibat kekerasan yang dilakukan otoritas Saudi pada pekan lalu dan lebih dari 20 ribu penduduk mengungsi ke kota dan desa tetangga.

Angka berbeda dilaporkan aktivis Syiah yang kehilangan 5 pejuang dan 23 warga sipil selama pertempuran berlangsung. Di antara korban tewas adalah seorang bocah tiga tahun yang meninggal pada Rabu lalu setelah tertembak di mobil oleh kendaraan militer pada Juni lalu.

Perwakilan kementerian Arab Saudi menyebut wilayah ini telah kosong sejak enam bulan lalu, dan hanya dihuni oleh milisi Syiah. Agar dapat memerangi milisi Syiah, pemerintah harus menunggu seluruh warga sipil mengosongkan wilayah tersebut.

Esam Abdullatef Almulla,Wali Kota Awamiya menyebut pemerintah memberi kompensasi sebesar 800 juta Riyal kepada penduduk sebelum menghancurkan 80 dari 488 rumah di bagian kota tua Musawara.

Dia menepis kekhawatiran pakar PBB pada April lalu yang menyebut penghancuran bangunan di wilayah berusia 400 tahun akan menghancurkan warisan budaya Awamiya.(WSP/Al-Jazeera/rtr/And)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>