Perlu Kajian Matang Terapkan Full Day School

      1 Komentar

MEDAN ( Berita ) : Pengamat Pendidikan dari Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof.Khairil Ansari, berpendapat pemerintah perlu membuat kajian yang matang dari segala aspek, sebelum menerapkan kebijakan delapan jam sekolah, lima hari seminggu (full day school).
Prof. Khairil Ansari, mengatakan itu kepada Wartawan, Rabu (9/8). Dia menanggapi rencana pemerintah yang segera akan menerapkan full day school. Kebijakan ini ditentang sejumlah pihak. Diantaranya oleh Nahdlatul Ulama (NU).

Diberitakan sebelumnya, Kaum Nahdliyin bersiap akan menggelar aksi protes atas rencana kebijakan full day school. Jika aturan sekolah selama delapan jam lima hari seminggu yang dikeluarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, tersebut tidak benar-benar dicabut, mereka mengaku siap memobilisasi massa ke Jakarta.

Menanggapi hal ini, Prof.Khairil Ansari, mengatakan full day school tidak bisa diterapkan di seluruh sekolah di Indonesia. Sebab infrastruktur dan fasilitas di setiap sekolah tidak sama. “Kalaupun harus diberlakukan, namun dengan dibuat dahulu semacam pilot project di sekolah di perkotaan yang memiliki fasilitas pendukungnya,” sarannya.

Meski sebagian kalangan ada juga yang setuju jika kebijakan itu diterapkan di sekolah, namun, banyak juga yang menolak. Memang, Kata Khairil Ansari, ide ini sangat baik kalau di kota besar, seperti Jakarta dan kota besar lainnya.

“Namun apabila kebijakan tersebut diterapkan di daerah, maka tidak berkorelasi fasilitas dan keadaan budaya yang ada di setiap daerah,” tegasnya. Dia mencontohkan, misalnya di sejumlah kabupaten di Sumut, Asahan dan Batubara atau Sergai dan lainnya, masing-masing daerah itu pada umumnya anak-anak setelah sekolah umum akan mengaji di madrasah.

“Kalau sekolah sehari penuh, maka jadwal madarasah akan tertanggu,” sebutnya. Sebab sebagian di daerah,anak-anak umumnya memanfaatkan waktu sore hari untuk menambah pendidikan agama, skill, kecakapan, mutu, karakter dan kemasyarakatan Disamping itu, menurutnya, aspek mentalitas anak juga harus dipertimbangkan, sehingga si anak tidak terbebani oleh aktivitas seharian penuh di lingkungan sekolah.”Harus juga dipikirkan bagaimana mentalitas anak tersebut ? Dan apakah sudah siap menerima program ini ? Jangan sampai anak-anak terbebani nantinya,” katanya.

Karenan itu, Khairil Ansari,menyarankan jika pemerintah ingin menggulirkan sebuah rencana program atau kebijakan, sebaiknya dikaji secara menyeluruh. “Sebaiknya terlebih dahulu harus dibuat sekolah percontohan. Bahkan mekanisme dan metodelogi kurikulum full day school itu harus jelas juga,” katanya.

Tidak hanya itu, sumber daya guru, sarana prasarana dan anggaraan pun harus sudah siap. Apabila program itu dilaksanakan, maka otomatis jam mengajar guru bertambah.

Sedangkan aturan dari Kemenakertrans, waktu jam kerja hanya delapan jam. Oleh karena itu, harus ada uang tambahan jika guru mengajar lebih dari jam kerja. Lebih jauh, katanya, kebijakan pendidikan harus berporos pada anak agar dapat menjawab permasalahan yang ada pada anak. Jangan sampai didorong semata oleh faktor di luar kepentingan anak, dan harus dilakukan kajian lebih utuh sebelum diterapkan. (WSP/m49/C)

One thought on “Perlu Kajian Matang Terapkan Full Day School

  1. Suzhi Mei

    Bolavada Promo HUT RI
    Kami segenap dari Bandar Betting Bolavada mengucapkan Selamat Hari Raya Kemerdekaan Bangsa Indonesia
    – Bonus Deposit Tambahan 50%
    – Dan masih banyak lagi
    Hubungi Kami dan Segera Daftarkan diri Anda di:
    BBM : D89CC515
    Whatsapp : 0812-9727-2374
    LINE : BOLAVADA
    Facebook : BOLAVADA

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>