Pemerintah Siapkan Anggaran Rp 60 Triliun Tangani Stunting

      1 Komentar

Jakarta ( Berita ) : Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 60 triliun untuk penanganan anak kerdil (stunting) akibat kekurangan gizi kronis di Tanah Air.
“Hampir 12 kementerian dan lembaga yang dilibatkan dalam penanganan masalah stunting dan anggarannya sudah ada gabungan dari 12 kementerian-lembaga itu totalnya bisa sampai Rp 60 triliun,” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani di Jakarta, Rabu [9/8].

Hal itu disampaikan Puan usai rapat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang dipimpin Wapres Jusuf Kalla selaku Ketua TNP2K terkait penanganan masalah anak kerdil.

Puan mengatakan, untuk penanganan stunting tersebut ada dua bentuk intervensi yang dilakukan yaitu terkait kesehatan dan nonkesehatan. Sebelumnya, pemerintah menetapkan 50 kabupaten dan kota yang akan diintervensi untuk penanganan stunting, namun saat ini bertambah menjadi 100 kabupaten serta kota.

Hal tersebut, menurut Puan, terkait dengan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan TNP2K bahwa sudah ada intervensi di hampir 20 persen kabupaten-kota maka untuk penanganan di 100 kabupaten-kota akan dimulai 2017 hingga 2019.

“Intinya bagaimana mensinergikan semua program yang sekarang ini dilakukan sendiri-sendiri. Namun semua program itu kami minta ke Bappenas masukkan ke dalam RKP sehingga 100 kabupaten kota ini menjadi daerah percontohan,” tambah dia.

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengatakan pemerintah menargetkan penurunan kasus stunting yang sebetulnya sudah mulai menurun saat ini namun masih ada masalah terkait gizi.

“WHO menetapkan di bawah 20 persen. Sebenarnya ada beberapa daerah yang sudah berhasil menurunkan stunting tapi ada 100 lokasi yang masih tinggi dan sensitif misalnya akses air bersih dan sanitasi tidak ada maka kita kerjanya ini ‘keroyokan’ beberapa kementerian dan lembaga,” kata Menkes.

Anak kerdil (stunting) muncul akibat kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya.

Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah anak lahir, atau dalam 1.000 hari pertama kehidupan, tetapi stunting baru nampak setelah anak berusia dua tahun. Stunting berdampak pada tingkat kecerdasan, kerentanan terhadap penyakit, dan penurunan produktivitas.

Berdasarkan Riskerdas yang dilakukan Kemenkerian kesehatan pada 2013, sekitar 37 persen atau kurang lebih sembilan juta anak balita di Indonesia mengalami masalah stunting. (ant )

One thought on “Pemerintah Siapkan Anggaran Rp 60 Triliun Tangani Stunting

  1. Suzhi Mei

    Bolavada Promo HUT RI
    Kami segenap dari Bandar Betting Bolavada mengucapkan Selamat Hari Raya Kemerdekaan Bangsa Indonesia
    – Bonus Deposit Tambahan 50%
    – Dan masih banyak lagi
    Hubungi Kami dan Segera Daftarkan diri Anda di:
    BBM : D89CC515
    Whatsapp : 0812-9727-2374
    LINE : BOLAVADA
    Facebook : BOLAVADA

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>