Konsumsi Masyarakat Melemah

      1 Komentar

JAKARTA ( Berita ) : Bank Indonesia (BI) mencatat, tingkat konsumsi masyarakat yang melemah seiring dengan melambatnya pertumbuhan penjualan ritel menyebabkan proses pemulihan ekonomi Indonesia masih terus berlanjut pada triwulan II-2017, meskipun tidak sekuat perkiraan semula.
“Pengamatan BI dari hasil data itu sektor konsumsi ritel masih agak lemah, memang ada penguatan harga komoditas dan penguatan ekspor yang mana itu dapat tercermin pada penguatan permintaan masyarakat, tapi ternyata recoverynya tidak sekuat yang diperkirakan semula.

Maka dari itu kenapa untuk angka kuartal II kami melihat telat saja disbanding kuartal I,” urai Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswaran di Gedung BI. Dia menilai, tingkat konsumsi masyarakat turun saat Ramadhan lalu dan sangat mempengaruhi pertumbuhan ritel pada kuartal II-2017.

Pihaknya terus mencermati pertumbuhan ekonomi yang agak lemah ini. Akibat konsumsi yang melemah BI akan pantau untuk angka kuartal II GDP-nya yang keluar “Bulan Agustus, kita cermati terus dan cermati perkembangan eksternal.

Kita lihat nanti bagaimana kebijakan BI ke depan merespons ekonomi yang agak lemah. Sudah recovery tapi recoverynya belum seperti yang diharapkan,” lanjutnya.

Selain itu, sambung Mirza,kredit bermasalah perbankan juga turut menyumbang rendahnya angka pertumbuhan ekonomi, padahal dari sisi Investment Grade dan belanja pemerintah sudah dinaikkan. “Kenapa recoverynya tidak seperti yang diharapkan ya,memang kalau kita lihat perbankannya sendiri sekarang dihadapkan pada kredit bermasalah yang perlu dilakukan restrukturisasi.

Makin cepat perbankan melakukan restrukturisasi kredit maka memberikan neracanya semakin siap untuk memberikan kredit baru,” tuturnya. Namun Mirza meyakini bahwa angka pertumbuhan ekonomi Indonesia masih jauh lebih baik dari negara lain.

Dengan pertumbuhan ekonomi 5,0% kuartal satu dan mungkin juga kuartal dua sekitar itu,maka merupakan indikasi yang baik.“Ya, bukan pertumbuhan ekonomi yang jelek dibandingkan negara-negara tetangga,tapi memang belum setinggi yang seperti kita harapkan ya misal kalau kita ingin tumbuh setinggi 5,2% atau 5,3% kalau di semester 1 nya baru 5,0 persen kan artinya belum sesuai harapan tapi bukan sesuatu yang jelek begitu,” tegasnya.

5,01 Persen

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyatakan,pertumbuhan ekonomi triwulan II 2017 sebesar 5,01% dibanding triwulan I 2017 tumbuh 4%. Pertumbuhan tertinggi dicapai Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi yang tumbuh 10,88%.

“Sedangkan dari sisi Pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) yang tumbuh 8,49%,” katanya di Jakarta, Senin (7/8).

Tercatat, perekonomianIndonesia berdasarkan besaranProduk Domestik Bruto (PDB)atas dasar harga berlaku triwu-lan II-2017 mencapai Rp 3.366,8 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 2.472,8 triliun.

Ekonomi Indonesia semester I-2017 (c-to-c) tumbuh 5,01%. Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh semua lapangan usaha kecuali Pengadaan Listrik dan Gas yang mengalami penurunan 0,50 %.

Dari sisi pengeluaran, terutama didorong oleh Komponen PK-LNPRT yang tumbuh 8,27%. Struktur ekonomi Indonesia secara spasial pada triwulan II-2017 didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera.

Kelompok provinsi di Pulau Jawa memberikan kontribusi terhadap PDB, yakni 58,65%, diikuti Pulau Sumatera 21,69%,Kontribusi Pulau Kalimantan terhadap PBD 8,15%. Sementara pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Pulau Sulawesi,”ungkap Suhariyanto. (WSP/J03/I)

One thought on “Konsumsi Masyarakat Melemah

  1. Suzhi Mei

    Bolavada Promo HUT RI
    Kami segenap dari Bandar Betting Bolavada mengucapkan Selamat Hari Raya Kemerdekaan Bangsa Indonesia
    – Bonus Deposit Tambahan 50%
    – Dan masih banyak lagi
    Hubungi Kami dan Segera Daftarkan diri Anda di:
    BBM : D89CC515
    Whatsapp : 0812-9727-2374
    LINE : BOLAVADA
    Facebook : BOLAVADA

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>