Edy Rahmayadi Perlu Belajar Dari SBY

      1 Komentar

MEDAN ( Berita ) : Pengamat politik Universitas Sumatera Utara (USU), Ahmad Taufan Damanik menilai, demokratisasi sudah berjalan belasan tahun merubah banyak pola pikir masyarakat, dan tidak lagi menganggap militer sebagai tokoh atau institusi istimewa dalam politik.
Politik sipil semakin dominan menggeser dominasi militer yang kuat di masa Orde Baru. Namun, ini tidak berarti militer tidak mungkin tampil di dalam politik. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) misalnya telah menunjukkan bagaimana seorang jenderal militer tampil dominan di panggung politik Indonesia selama dua periode kepemimpinan nasional.

Keberhasilan SBY adalah menggabungkan karakter politik tegas dan lugas dengan watak politisi sipil. SBY tidak mencerminkan karakter kepemimpinan militer, meski pun ada watak lugas yang merupakan hasil pendidikan militer selama ini. Namun, karakter utama yang membungkus kepemimpinan SBY adalah karakter kepemimpinan dialogis, partisipatif dan menghormati dimensi kebudayaan politik sipil.

Wajah karakter politik itulah yang lebih dominan dan tentu juga karena kemampuannya mengonsolidasi partai-partai politik dan kekuatan organisasi masyarakat,terutama organisasi keagamaan semisal NU dan Muhammadiyah.

SBY sangat fasih menggunakan terminology politik kedua domain politik ini. Dengan begitu, Edi Rahmayadi pun mesti belajar dari pengalaman SBY bila ingin tampil di pentas politik Sumatera Utara.

Beliau harus mempu mengemas karakter kepemimpinan Edy ke sosok kepimpinan yang lebih berwajah politik sipil. Bahasa dan cara komunikasi pun mesti dikemas dalam bahasa dan cara komunikasi politisi modern yang mencerminkan budaya politik masyarakat sipil.

Sementara keunggulan karakter kemiliteran yang sudah ada tetap dimunculkan dalam aspek ketegasan dan kelugasan sebagai unsur yang memperkuat karakternya.

Selanjutnya, beliau juga masih perlu membangun jaringan politik yang lebih luas, terutama ke masyarakat basis politik di seluruh wilayah Sumatera Utara Sementara itu sosok Edi Rahmayadi di mata pakar hukum USU, Dr Abdul Hakim Siagian yang juga merupakan salah seorang panitia renovasi Mesjid Agung Medan, sosok Letjen Edy Rahmayadi merupakan jenderal patriotis medan nasionalisme 24 karat.

“Bagi saya ia sosok teladan bagi generasi muda bangsa khususnya Sumatera Utara. Ia sosok putra daerah membanggakan dan cemerlang dalam karir militernya,” kata Dr Abdul Hakim Siagian menjawab Wartawan, Jumat (3/8).

Ia menuturkan, sudah bukan rahasia lagi jika saat ini gaya hidup mewah sudah biasa kita lihat di kalangan petinggi negara. Meski demikian, ada juga mereka yang hidup bersahaja, apa adanya. Salah satu di antaranya adalah Edy Rahmayadi.

Beliau bisa dijadikan teladan bagi kita semua. Ia menilai, Edy Rahmayadi memiliki talenta olah ragawan, sehingga tidak heran jika bangsa ini memberikan kepercayaan kepada beliau sebagai Ketua PSSI. Sikap demokratis serta kaya akan gagasan dan terobosan serta prestasi,namun siap dikoreksi.

Selama menjadi Pangdam I/BB, lanjut Dr Abdul Hakim Siagian, Edy Rahmayadi memperlihatkan kinerja yang patut dicontoh oleh siapa pun, dimana ia terjun langsung memberantas penyelundupan, narkoba, judi bersama aparat lainnya. “Aksinya cukup berkesan dan membanggakan menurut saya sebagai ukiran prestasi,” tuturnya.

Dibidang keagamaan, menurut hemat saya, sangat luar biasa, di mana ada jenderal yang tertib ibadahnya, puasa Senin – Kamis dan akrab dengan semua tokoh –tokoh agama dan masyarakat serta pemuda.

Bahkan dalam hal adab, Dr Abdul Hakim Siagian mengaku salut kepada beliau, hormatnya kepada orang-orangtua/tokoh masyarakat dan hangat pada teman-temannya serta sayang dan memotivasi kepada adik-adiknya juniornya.“Mungkin inilah buah didikan keluarga dan tempaan militer itu,” ujarnya.

Dalam hal membangun rumah ibadah komitmennya tak tertandingi.”Malu kita dibuatnya. Jujur saja saya menilai sosok seperti inilah yang dibutuhkan Presiden dalam membangun bangsa ini, nasionalisme dan patriotismenya luar biasa, namun,sangat rendah hati tapi tak kurang tegasnya.

Beliau multi talenta.Dengan kata lain, lanjutnya ,ia berharap karir beliau lebih cemerlang lagi, namun tentu kita juga harus menghormati pilihan-pilahannya untuk membangun Sumut, yang merupakan kampung halamannya.

Contoh teladan

Sedangkan, sejumlah warga masyarakat yang ditemui Wartawan menuturkan, Letjen Edy Rahamayadi merupakan contoh teladan bagi generasi penerus bangsa, beliau adalah model sejati tentang nasionalisme, patriotisme, heroisme, karakter kuat, integritas pribadi, dan kesetiaan kepada NKRI.

Aktivitasnya di PSSI, katanya, mencerminkan kecintaan Edy Rahmayadi kepada dunia olah raga, khususnya sepakbola. Ia begitu jernih berpikir, rajin olahraga, awet muda. Bagi Gatot, Edy Rahmayadi bukan hanya seorang jenderal, tetapi juga pemikir idealis, teman diskusi yang berwawasan terbuka, pendukung moril di kala mengalami krisis, pendorong untuk terus maju, tahan banting dalam perjuangan hidup.(WSP/m49/C)

One thought on “Edy Rahmayadi Perlu Belajar Dari SBY

  1. Suzhi Mei

    Bolavada Promo HUT RI
    Kami segenap dari Bandar Betting Bolavada mengucapkan Selamat Hari Raya Kemerdekaan Bangsa Indonesia
    – Bonus Deposit Tambahan 50%
    – Dan masih banyak lagi
    Hubungi Kami dan Segera Daftarkan diri Anda di:
    BBM : D89CC515
    Whatsapp : 0812-9727-2374
    LINE : BOLAVADA
    Facebook : BOLAVADA

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>