1 Juta Kubik Lava Gunung Sinabung Akan Berguguran

      Tidak ada Komentar

KubikSejumlah truk pengangkut matrial Sinabung dari lokasi tambang aliran sungai Borus Desa Gurukinayan. ( Repro/ WSP/Dickson Pelawi/B )

TANAH KARO ( Berita ) : Pasca erupsi dan guguran disertai awan panas, gundukan material kubah lava diprediksi masih tersisa 1 juta kubik dikepundan Gunung Sinabung dari sebelumnya 2,2 juta. Sisa ini masih potensi berguguran.
Selain kubah lava yang masih tersisa 1 juta meter kubik, aliran sungai Borus juga mengecil karena terjadi letusan sekunder di kawasan Desa Gamber saat terjadinya guguran dan awan panas, bahkan sampai saat ini aliran sungai Borus terbendung di sana dan menyebabkan mengecilnya aliran sungai ke hilir.

Petugas Pengamat gunung Api (PgA) Sinabung, Armen Putra didampingi Ketua Tim Tanggap Darurat Vulkanologi, Isya Dana di Ndokum Siroga Kab. Karo kepada Wartawan, Kamis (3/8), mengatakan tidak dapat memprediksi kapan lagi terjadinya guguran, meskipun potensinya masih tinggi.

Dari hasil pengamatan bersama timnya dari PgA Sinabung di kawasan Desa Gamber pada bekas awan panas, ditemukan pula bekas kebakaran dan masih berasap akibat awan panas, dan aliran sungai Borus sempat kering sepanjang 1 km pada pukul 10.00, namun karena sumber air sungai Borus cukup besar, maka aliran ini kembali normal.

Ditambahkan Isya Dana, terjadinya guguran yang disertai awan panas dengan suhu mencapai 1000 derajat, ketika proses dorongan gas dari magma melalui lubang kepundan menuju kubah lava.

Saat terjadinya dorongan gas (erupsi), kubah lava yang berada di lubang kepundan menghambat, sehingga terjadi proses goyangan yang disebut gempa dari tekanan gas. Akibat goyangan gempa, kondisi kubah lava yang berada pada tebing yang terjal menjadi labil dan sangat rentan terjadinya guguran.

Namun akibat tekanan gas sangat tinggi seiring terjadinya pertumbuhan kubah lava, maka terjadi guguran. Guguran yang berisi matrial vulkanik antara lain, batuan dan gas atau disebut piroklasti yang bersuhu hingga 1.000 derajat, jelasnya.

Plt. Camat Naman Dwikora Sitepu membenarkan sejumlah sekolah di Kec. Naman Teran sudah sekolah seperti biasanya pasca erupsi, katanya. Masyarakat yang berada di Kec. Naman Teran, Tigan derket, Payung dan Simpang Empat terutama beraktifitas di luar rumah dan jalan raya, mayoritas menggunakan masker.

Pada tanaman di lahan pertanian masyarakat, terlihat pula banyak debu vulkanik yang menempel pada daun tanaman, karena menurut warga di sana, hujan rintik yang sempat terjadi pada sore namun durasinya cukup singkat, sehingga debu melekat pada daun tanaman.

Penambangan Berlangsung

Pasca terjadi erupsi dan awan panas yangmengarah ke Timur – Tenggara – Selatan Sinabung, penambangan material masyarakat setempat di aliran sungai Borus zona merah tetap berlangsung, meskipun airnya sudah mengecil akibat terjadinya letusan sekunder di aliran sungai Desa Gamber.  Buktinya, masih terlihat lima unit beko, satu mesin saringan dan puluhan truk pengangkut batu dan pasir yang keluar masuk dari lokasi pertambangan.

Arjuna Sembiring penduduk Desa Gurukinayan kepada Wartawan mengatakan, disaat terjadi erupsi yang membawa matrial vulkanik ke Selatan Sinabung, aktifitas penambangan di kawasan Desa Gurukinayan dihentikan beberapa saat dan setelah kondisinya aman pekerjaan dilanjutkan lagi.

Karena permintaan material batu dan pasir untuk saat ini meningkat sebab musim proyek di Kab.Karo.Danramil 04/SE, Kpt. Inf. S. Karo Sekali mengaku pintu portal ke zona merah Sinabung diperketat penjagaanya melalui 28 personil karena ada personil yang di BKO dari Makodim 0205/T. Karo mengamankan jalur ke zona merah, jelasnya. (WSP/cpn/a36/J)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>