Kualitas Bangunan Proyek Sangat Buruk Di Langsa

      Tidak ada Komentar

DEDEBangunan Pelabuhan Kuala Langsa yang menelan biaya miliaran rupian dibiarkan terbengkalaioleh Pemko Langsa, Minggu (16/7). (Repro/ WSP/dede/B)

LANGSA ( Berita ) : Kualitas pembangunan proyek di Kota Langsa, baik Cipta Karya dan Bina Marga yang dikerjakan pihak rekanan sangat buruk. Bahkan tak jarang ditemukan proyek yang baru rampung beberapa bulan sudah rusak.
Demikian Ketua DPC LSM Perintis, Zulfadli kepada wartawan Minggu (16/7) terkait banyak ditemukan pengerjaan proyek di Langsa yang amburadul dan asal jadi. Diungkapkannya, mirisnya lagi kondisi ini sudah berlangsung lama. “Di samping itu, kitan juga menuding pemerintah asal saja memenangkan lelang proyek, karena semua proyek itu hasil penunjukan dan arahan dari orang nomor satu.

Akibatnya, rekanan pemenang tender proyek tidak memiliki kapabilitas dan profesional dalam bidang pekerjaannya. Alhasil, semua pembangunan proyek berkualitas buruk,” ulasnya.

Jadi, tagas Zulfadli, temuan DPRK Langsa masih segelintir permasalahan yang ada di lapangan, masih banyak lagi proyek sebelumnya sudah dikerjakan, namun tidak bertahan lama.

Bahkan, rincinya, kini kondisi sudah rusak kembali dan tidak terawat, seperti jongging track, Ruang Terbuka Hijau PJKA, Pelabuhan Kuala Langsa dan proyek Reduce Reuce Recycle (R3).

“Proyek-proyek itu menelan biaya miliaran rupiah, namun apa yang terjadi kondisinya terbengkalai. Harusnya proyek ini bisa bermanfaat dan tidak menjadi bangunan kumuh dan sarang hantu,” tegasnya.

Menurutnya, berapa kali sidak yang dilakukan anggota DPRK Kota Langsa di sejumlah tempat menemukan pembangunan proyek yang tak sesuai RAB dan asal jadi pengerjaanya langkah tepat.

“Untuk itu, kita mendukung kinerja DPRK Langsa, karena itu sebenarnya tugas dan fungsi DPRK menjadi pengawas agar pihak rekanan tidak sembarangan mengerjakan pembangunan proyek di Kota Langsa, sehingga ke depan kualitas proyek di Langsa bisa digunakan dalam waktu yang relatif lama,” ujarnya.

Sementara Sekretaris Komisi IV DPRK Langsa yang membidangi pembangunan, Samsul Bahri SH yang biasa Robert mengaku sudah memanggil berbagai pihak.

“Kita sudah panggil Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), Kabid, PPTK dan Pengawas lapangan juga kita hadirkan dalam pertemuan di Komisi IV DPRK Langsa,” ujar Robert yang minta hasil temuan dewan selama ini segara ditanggapi serius semua pihak agar pembangunan Kota Langsa memiliki mutu yang berkualitas.

“Kita minta pihak rekanan agar melaksanakan pekerjaan sesuai ketentuan dan RAB yang sudah ada,” pinta Robert. Begitupun jika hal ini juga diakomodir, diminta Wali Kota Langsa, Usman Abdullah agar mengevaluasi kinerja pejabat bawahannya dan kalau perlu copot dan pecat. “Bila pejabat tidak beres da-\lam bekerja kita minta Wali Kota Langsa mengevaluasi dan bila tak becus copot saja pejabat tersebut,” tegas Robert. (WSP/m43/I)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>