Grab, Gocar, Uber, Dilarang

      Tidak ada Komentar

MEDAN ( Berita ) : Dinas Perhubungan (Dishub) Medan bekerja sama dengan Satuan Lalulintas (Satlantas) Polrestabes Medan memasang sejumlah spanduk larangan taksi berbasis online beroperasi di Kota Medan.
Di spanduk tersebut tertulis larangan beroperasi bagi angkutan sewa atau taksi berbasis online misalnya Grabcar, Gocar,dan Uber yang tidak memiliki izin sesuai Peraturan Kementerian Perhubungan 26 tahun 2017.

“Spanduk tersebut memang sengaja dipasang di sejumlah lokasi atau titik keramaian, supaya gampang terlihat atau terbaca masyarakat,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Medan Renward Parapat melalui sambungan telepon, Minggu (16/7).

Beberapa lokasi yang dianggap titik keramaian atau yang sering dikunjungi masyarakat, sebut Renward, misalnya dikantor Satlantas Polrestabes Medan, Stasiun Kereta Api Medan, di depan Sun Plaza, Medan Fair dan Thamrin Plaza sejak Jumat (14/7).

“Ini merupakan langkah awal atau sosialisasi yang dilakukan bersama Satlantas Polrestabes Medan untuk memberikan kenyamanan ke masyarakat. Langkah selanjutnya akan diputuskan di rapat bersama Dishub Provinsi, Rabu (19/7). M Pasalnya, pengurusan izin operasi merupakan wewenang Dishub Provinsi,”ucapnya.

Disinggung sampai saat ini aplikasi taksi online masih aktif, dan dapat dipergunakan masyarakat Medan, dia membenarkannya. “Kami tak dapat melakukan penindakan sebelum rapat dengan Dishub Provinsi,” terangnya.

Renward menambahkan, pada rapat itu nanti, juga akan disusun rencana pengawasan dan penertiban angkutan khusus. Dia menuturkan, sudah ada beberapa angkutan yang mengurus izin usaha angkutan, namun tak dilanjutkan dengan izin operasi. ”Izin usaha angkutan sudah banyak. Inisifatnya umum, bisa taksi konvensional atau online.

Seharusnya diurus juga izin operasi, di situ baru dijelaskan untuk taksi online atau tidak,”sambungnya. Apabila taksi berbasis online sudah mengurus izin operasi di Dishub Provinsi, maka bisa melakukan uji kelayakan kendaraan atau KIR sehingga dapat beroperasi secara legal.

Sementara itu, Kasat Lantas Polrestabes Medan AKBP Indra Warman menyebutkan soal taksi online tersebut masih menunggu kebijakan dari Dishub Provinsi Sumut sehingga pihaknya belum mengambil sikap atau kebijakan, bila keberadaan taksi online ilegal maka bisa segerat ditindak. “Lagian soal taksi online gawenya Dishub, maka tunggu aja kebijakan dari Dishub Provinsi,” sebut Indra Warman. (WSP/m50/h04/K)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>