Driver Menolak

      Tidak ada Komentar

MEDAN ( Berita ) : Driver taksi online menyayangkan dan keberatan dengan izin opersional yang diberlakukan sebab merugikan para driver sebagai pemilik kendaraan pribadi.
Salah seorang driver Grab Ilham Utama Simorangkir mengatakan itu, Minggu (16/7), menanggapi larangan beroperasi taksi online oleh Dinas Perhubungan Kota Medan lewat spanduk di beberapa pusat keramaian karena tidak memiliki izin operasi.

Menurut Ilham, seharusnya pemerintah memberlakukan izin operasional itu kepada perusahaan penyedia aplikasi layanan transportasi online. Sebab hal itu merugikan driver taksi online sebagai pemilik kendaraan pribadi.

“Janganlah kendaraan kami berubah menjadi nama koperasi di STNK.Seharusnya, soal izin operasional, perusahaan Grab yang langsung berhubungan dengan pemerintah bukan driver yang jadi tumbalnya,” ujarnya.

Ilham mengatakan dia menolak kalau besok tidak diizinkan beroperasi, karena urusan izin operasional. “Kami ada karena penyedia layanan transportasi online, seharusnya perusahaan yang mengurus, bukan kami lagi.

Kami sudah menyediakan kendaraannya kok kami lagi yang mengurus izin operasionalnya, seharusnya menjadi tanggung jawab perusahaan penyedia tranportasi online tersebut,” ujarnya.

“Pokoknya apapun larangan dari pemerintah mengenai izin operasional, saya tetap beroperasi karena ini mata pencarian saya, untuk menghidupi keluarga saya. Seharusnya pemerintah lebih rasional,” ujar Ilham.

Pandangan serupa juga disampaikan driver Uber Bobby Anugerah. Menurut Bobby, peraturan yang dilakukan pemerintah ini justru membuat para driver taksi online kebingungan.

“Di satu sisi kami harus mengikuti aturan menteri perhubungan, tetapi perusahaan penyedia transportasi online diam terhadap apa yang terjadi di lapangan,’’ ungkapnya.

Harusnya, menurut Bobby, sebagai penyedia aplikasi online, perusahaan memfasilitasi para driver untuk melengkapi aturan-aturan seperti KIR. “Kami driver masih dibawah naungan penyedia aplikasi taksi online, harusnya yang ditegur keras itu penyedia aplikasinya bukan kami,”ujarnya.

“Pengumuman dari spanduk yang dibuat Dishub hanya akan memanas-manasi para abang becak. Ditakutkan malah pengendara becak akan ikut-ikutan mengusir dengan cara yang kasar,” ujarnya. (WSP/cru/J)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>