Pengamat Sosial, Pulau Jawa Miskin Jika Ibu Kota Pindah

      1 Komentar

MEDAN ( Berita ) :Pulau Jawa berpotensi menjadi daerah miskin jika ibu kota negera dipindahkan ke provinsilain. Karena itu, pemerintah diharap jangan lagi menambah beban Negara dengan utang luar negeri, hanya karena berambisime mindahkan ibu kota.
Hal itu dikatakan Pengamat Ilmu Sosial dari Universitas Negeri Medan (Unimed) Tappil Rambe, Jumat (14/7). Katanya,harus disadari bahwa Kota Jakarta merupakan jantungnya pusat ekonomi Indonesia. Jakarta pulalah yang menjadi tumpuan ekonomi bagi daerah daerah yang ada di Pulau Jawa.

Menurut Tappil, perpindahan ibu kota, misalnya ke Kalimantan, pasti akan diikuti dengan perpindahan pusat ekonomi dan pembangunan, dari yang tadinya di Jawa.

Tappil, mengatakan sejarah mungkin akan berulang, perpindahan penduduk dari pulau Jawa ke berbagai daerah, karena sulitnya lapangan kerja dan kepadatan penduduk akan terjadi.

“Apalagi yang diharapkan dari Pulau Jawa jika ibu kota Negara sudah pindah. Sementara jika masyarakat yang ingin pindah untuk bekerja ke ibu kota yang baru, bisa jadi ditolak masyarakat lokal, dan terjadi gesekan sosial,” sebutnya.

Lihat saja saat lebaran, kata Tappil, Jakarta kosong. Itu artinya banyak orang luar yang menggantungkan kehidupannya di Jakarta. Hal itu menandakan bahwa Jakartalah jantungnya perekononian Indonesia.

Tappil menilai, perpindahan ibu kota negara tersebut tidak kemudian bisa serta merta menciptakan pemerataan ekonomi. Sebab pemerataan ekonomi tidak bisa terjadi jika hanya diukur dari penindahan ibu kota. “Pemindahan ibu kota tidak menggaransi daerah-daerah di Kalimantan itu bisa maju. Apalagi daerah yang di Pulau Sumatera dan Papua”, katanya.

Menurut Tappil, jika pemerintah ingin menciptakan pemerataan ekonomi, maka yang ilakukan harusnya ialah membangkitkan ekonomi mikro, bukan makro. Katanya, Presiden Jokowi, saat ini tampak hanya fokus untuk mengurusi ekonomi makro, tapi mengabaikan mikro.

Sedangkan pertumbuhan ekononi makro sudah tentu tak berimbas ke masyarakat miskin. Kata Tappil, benar bahwa wacana pemindahan ibu kota itu sudah ada sejak zaman Presiden Sukarno, dan hal tersebut sebenarnya bagus.

Namun yang harus dipahami ialah, kemampuan kita untuk melaksanakannya. “Perlu kajian yang menda-lam, baik secara ekonomi, social kemasyarakatan, dan kajian pertumbuhan pembangunan.
Yang penting lagi butuh dana besar untuk penindahan itu,” tandasnya. Tappil, mengatakan, hal yang paling memberatkan dari pemindahan ibu kota negera tersebut ialah masalah dana. Pasti pemerintah akan melaku kan utang ke luar negeri.

Menurut Tappil, kalaupun memang harus dipindahkan,mungkin tim penyusun penindahan tersebut butuh waktu paling tidak lima tahun untuk melakukan kajian mempersiapkan pemindahan tersebut.
“Presiden-presiden kita sebelumnya pun sadar jika pemindahan ibu kota negara itu penting. Namun presiden kita sebelumnya mungkin sadar jika kondisi keuangan negara yang carut marut tidak mungkinkan untuk pemindahan tersebut.

Atau mungkin Bapak Presiden Jokowi kita menilai bahwa saat ini kondisi ekonomi kita bagus dan utang negara kita kecil, sehingga memungkinkan untuk melakukan pemindahan ibu kota Negara tersebut,” tandasnya. (WSP/crds/I)

One thought on “Pengamat Sosial, Pulau Jawa Miskin Jika Ibu Kota Pindah

  1. Suzhi Mei

    Adu Ayam PW
    Terdapat Bonus Deposit 10% setiap harinya dan Cashback
    Tunggu apa lagi, DAFTARkan diri anda sekarang dan dapatkan Bonus Daily tersebut.
    Kami juga Ready for your ANDROID and IOS..
    Hubungi kami
    BBM : D89CC515
    Whatsapp : 0812-9727-2374

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>