Dana Desa Aceh Utara Berbau Korupsi

      Tidak ada Komentar

PANTONLABU ( Berita ) : Sejumlah proyek fisik dan non fisik yang dibiayai dengan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun Anggaran 2016, di Kab. Aceh Utara dilaporkan berbau korupsi.
“Kita memantau sejumlah kasus, termasuk indikasi korupsi DD dan ADD di Desa Ulee Rubek Barat, Seunuddon. Kasus di desa ini sudah dilapor masyarak atke Unit Tipikor Polres Aceh Utara, akhir Mei lalu.  Hasil kajian kita, laporan ini memenuhi unsur tindak pidana korupsi,”kata Baihaqi, Koordinator Bidang Hukum dan Politik, LSM Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), kemarin.

Dalam laporan yang ditandatangani sekitar 150 warga itu,lanjut Baihaqi, tercatat ada sekitar Rp 275 juta atau 40 persen dari total Dana Desa tahap dua 2016 di Desa Ulee Rubek Barat digunakan untuk sejumlah proyek fisik.

Salah satunya, Pembangunan Gedung Taman Kanak-Kanak (TK). Namun, pengerjaan proyek ini diduga tak sesuai Rencana Anggaran Biaya atau RAB.“Selain itu, pemanfaatan dana untuk Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) juga terindikasi salah sasaran.

Kemudian,honor guru Majelis Taklim dan honor untuk Guru Balai Pengajian, juga tidak jelas realisasinya,”rinci Baihaqi. MaTA berharap, kasus yang sudah dilapor sekitar sebulan ini segera ditangani polisi agar tidak menimbulkan persepsi miring di tengah masyarakat. “Keputusan masyarakat melaporkan kasus ini ke polisi merupakan wujud kepercayaan masyarakat kepada jajaran Polri.

Penyidik harus pro aktif mengungkap sekaligus mengabarkan perkembangannya kemasyarakat selaku pihak pelapor. Dengan demikian, masyarakat akan terus termotivasi ikut memberantas korupsi,” pungkasnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Keuchik atau Plt Kepala Desa Ulee Rubek Barat, Mawardi, saat dihubungi wartawan mengaku tidak tahu persis soal kasus dugaan korupsi ini, lantaran statusnya hanya Pelaksana Tugas (Plt) Keuchik dari kantor camat dan baru menjadi Plt Keuchik sejak Mei 2017 lalu.

Sementara Kapolres Aceh Utara, AKBP Untung Sangaji,melalui Kasat Reskrim AKP Sofyan, terpisah mengatakan, kasus dugaan korupsi DD dan ADD di Desa Ulee Rubek Barat masih tahap penyelidikan. “ Ini masih proses klarifikasi. Setelah proses itu selesai, baru kita ambil keterangan saksi-saksi,” sebut AKP Sofyan.(WSP/b19/I)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>