BPK Temukan Persengkongkolan Pengadaan Konstruksi Jalan

      Tidak ada Komentar

TAKENGON ( Berita ) : Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Aceh menemukan persengkongkolan antara panitia pengadaan barang dan jasa dengan tiga rekanan pada pengadaan tiga paket proyek konstruksi jalan di Dinas Bina Marga Kab. Aceh Tengah.
Dalam audit rinci laporan keuangan yang ditemukan Wartawan, Senin (11/7), ketiga paket proyek itu, pertama peningkatan Jalan Atu Lintang-Tanah Abu. Dari hasil evaluasi, tiga perusahaan berhasil lolos, yaitu PTN KN dengan penawaran Rp 6.208. 055.000, harga terkoreksi Rp 6.208.055.000, PT FIC harga penawaran Rp 6.269.982.000 harga terkoreksi Rp 6.269.982.000 dan PT AB harga penawaran Rp 6.311.045.000 harga terkoreksi Rp 6.311.045.000.

Paket itu dimenangkan PT FIC. Kemudian, peningkatan jalan Jagong – Gegarang. Pada paket proyek ini lolos tiga perusahaan, yaitu PT AB dengan harga penawaran Rp 4.901.734.000harga terkoreksi Rp 4.901.734.000, PT NKN harga penawaran Rp 955.926.000 harga terkoreksi Rp 955.926.000 dan PT FIC harga penawaran Rp 4.982.212.000 dengan harga terkoreksi Rp 4.982. 212.000.

Pemenang lelang PT NKN. Lalu, peningkatan jalan Gegarang-Berawang Dewal juga lolos tiga perusahaan, yaitu PTN KN dengan harga penawaran Rp 4.901.138.000 harga terkoreksi Rp 4.901.138.000, PT AB harga penawaran Rp 4.956.803.000 harga terkoreksi Rp 4.956. 803.000 dan PT FIC harga penawaran Rp 4.981.850.000 dengan harga terkoreksi Rp 4.981.850.000.

Hasil evaluasi paket dimenangkan PT AB. Berdasarkan pemeriksaan uji petik terhadap proses lelang melalui dokumen lelang, dokumen penawaran dan riwayat login peserta lelang, pada tiga paket pekerjaan konstruksi jalan di Dinas Bina Marga Aceh Tengah terdapat kesamaan Internet Protocol (IP) Addreas pada beberapa nama perusahaan peserta lelang. Berdasarkan summary report, dalam proses lelang terdapat 8 perusahaan, sedangkan yang berhasil lolos evaluasi tiga perusahaan.

Menurut tim audit BPK RI,dalam evaluasi itu juga diketahui ketiga perusahaan itu menyatakan paket pekerjaan yang ditawarkan merupakan prioritas utama dan sama-sama mendapatkan dukungan sewa serta kelayakan Asphalt Mixing Plant (AMP) dari PT FIC.

Lalu dalam hasil pengujian lebih lanjut menggunakan aplikasi Meta Extractor ditemukan kesamaan dalam bentuk lain, berupa jumlah halaman file dokumen penawaran teknis ketiga peserta lelang, dan file penawaran dengan jumlah dan susunan halaman yang hampir sama. Dari tiga file penawaran itu diketahui memiliki kesamaan identik dalam format, isi dan penghitungan.

Hal itu terlihat pada dokumen surat penawaran, Daftar Kualitas dan Harga (DKH) yang memiliki kesamaan format tabel, serta jadwal pelaksanaan paket pekerjaan yang sama persis perhitungan waktunya, dan dukungan peralatan utama PT AB dan PT NKN dari PT FIC.

Menurut audit BPK RI Perwakilan Aceh, kondisi itu tidak sesuai UU No. 5 Tahun 1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat pada pasal 22 yang menyatakan pelaku usaha dilarang bersengkongkol dengan pihak lain untuk mengatur dan menentukan pemenang tender.

Selain itu, tak sesuai Peraturan Presiden No. 4 Tahun 2015 tentang perusahaan ke empat atas Peraturan Presiden No. 54/2010 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah pada pasal 19 ayat 1 yang menyatakan pengadaan barang dan jasa wajib memenuhi persyaratan, yaitu memiliki keahlian, pengalaman, kemampuan teknis dan manajerial untuk menyediakan barang dan jasa.(WSP/b11/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>