Menkominfo: Gangguan “Petya” Lebih Besar Dibanding “Wannacry”

      1 Komentar

MenkoMenteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara memberikan penjelasan mengenai antispasi dan langkah preventif terhadap serangan Malware Ransomware PETYA di Jakarta, Jumat (30/6). Pemerintah meminta masyakarat untuk mengantisipasi serangan ransomware tersebut dengan rajin membackup data, menggunakan password yang aman dan diganti secara berkala serta menggunakan sistem operasi dan anti virus berlisensi asli yang diupdate secara rutin. (ant/Akbar Nugroho Gumay )

Jakarta ( Berita ) : Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyebutkan gangguan yang ditimbulkan “ransomware Petya” lebih besar karena mengenkripsi perangkat penyimpanan digital atau “hard disk”, sedangkan “ransomware Wannacry” hanya mengunci data atau “file”.
“Kalau dianalogikan seperti hotel, gambarannya begini. Ransomware Wannacry itu mengunci kamar hotel, sehingga kamarnya tidak bisa dibuka, sedangkan ransomware Petya itu, satu hotel itu tidak bisa dibuka,” ujar Menkominfo dalam diskusi Antisipasi Serangan Malware Ransomware Petya, yang berlangsung di Cikini, Jakarta, Jumat [30/6].

“Jadi, dampaknya memang sangat besar karena Petya mengenkripsi hard disk,” tambah dia. Lebih lanjut, mantan komisaris Indosat itu menjelaskan bahwa ransomware Petya ini sebenarnya telah muncul sejak 2016.

“Pada 2016 itu diduga malware ini hanya ‘tidur’, tapi kemudian baru-baru ini muncul lagi karena ada yang memainkan, memodifikasi, dan melemparnya ke seluruh dunia,” ungkap Rudiantara. Namun, ia tidak merinci lebih jauh terkait pelaku yang diduga menyebarkan malware tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua Indonesia Security Incident Responses Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII) Bisyron Wahyudi menuturkan ada persamaan antara ransomware Wannacry dan Petya.

“Mereka itu ‘tool’-nya hampir sama, menggunakan eternalblue yang awalnya dipakai oleh US National Security Agency (NSA) atau Lembaga Keamanan Amerika Serikat. Tool-nya NSA ini bocor ke ‘hacker’ dan beberapa hacker ini menggunakan tool tersebut sebagai virus,” ungkap dia.

Terkait munculnya malware tersebut, Bisyron mengingatkan masyarakat untuk selalu melakukan “backup” data serta menggunakan sistem operasi yang asli dan diperbaharui secara berkala. Ia juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan antivirus yang diperharaui secara berkala dan mengganti kata sandi minimal seminggu sekali. (ant )

One thought on “Menkominfo: Gangguan “Petya” Lebih Besar Dibanding “Wannacry”

  1. Suzhi Mei

    Adu Ayam PW
    Terdapat Bonus Deposit 10% setiap harinya dan Cashback
    Tunggu apa lagi, DAFTARkan diri anda sekarang dan dapatkan Bonus Daily tersebut.
    Kami juga Ready for your ANDROID and IOS..
    Hubungi kami
    BBM : D89CC515
    Whatsapp : 0812-9727-2374

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>