Fullday School Berpotensi Langgar Hak Anak

      1 Komentar

JAKARTA ( Berita ) : Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai kebijakan fullday school atau sekolah sehari penuh potensial melanggar hak dasar anak. Sebab masing-masing siswa memiliki kondisi yang berbeda-beda.
Siswa yang satu dengan yang lainnya tidak bisa disamaratakan. Bagi sebagian anak, menghabiskan waktu dengan durasi panjang di sekolah justru dapat mengganggu tumbuh kembang anak.

“Dalam kondisi tertentu,anak tidak usah lama-lama disekolah, agar cepat berinteraksi dengan orang tua guna menjalin kelekatan fisik dan emosional serta keteladanan dan rasa aman, terlebih anak usia kelas 1 sampai 3 SD,” ujar Ketua KPAI, Asrorun Niam di Jakarta, Rabu (14/6).

KPAI melihat, yang perlu dikembangkan adalah menjaga keterpaduan antara lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan masyarakat agar berjalan sinergis dalam mendukung terwujudnya tujuan pendidikan.

“Anak-anak butuh interaksi dengan teman sebaya di sekolah, teman di lingkungan tempat tinggal dan dengan keluarga di rumah. Dengan kebijakan full day school, pasti intensitas pertemuan anak dan orang tua juga pasti akan berkurang dan ini bisa mengganggu pemenuhan hak dasar anak,” tegasnya.

Karenanya, KPAI meminta Mendikbud untuk mencabut Permendikbud nomor 23 Tahun 2017 dan mengevaluasi kebijakan pendidikan yang tidak ramah bagi anak.“Yang harusnya dikembangkan adalah sekolah ramah anak. Itu jawaban atas pendidikan karakter dan pencegahan kekerasan disekolah,” tandas dia.

Data KPAI menunjukkan,dalam lima tahun terakhir,kasus kekerasan dan bullying yang terjadi di lingkungan sekolah masih cukup tinggi,menduduki peringkat ketiga dari kasus yang masuk ke KPAI. Dan ini tidak bisa dijawab hanya dengan “mengandangkan” anak di sekolah.

Niam menilai, kompleksitas permasalahan pendidikan,yang salah satunya soal tindak kekerasan, bukan dipicu oleh kurangnya jam di sekolah, tetapi masalah tata kelola dan komitmen terhadap lingkungan yang ramah bagi anak.

Hal yang mendesak untuk dilakukan adalah perbaikan sistem pendidikan dengan spirit menjadikan lingkungan sekolah yang ramah bagi anak. “Mewujudkan sekolah yang ramah anak jauh lebih mendasar dari memanjangkan jam sekolah.  Memanjangkan waktu sekolah, tanpa disertai pewujudan lingkungan yang ramah anak justru akan memperbesar potensi terjadinya kekerasan terhadap anak”, tandasnya. (WSP/dianw/C)

One thought on “Fullday School Berpotensi Langgar Hak Anak

  1. Midori Putri

    Transaksi Cepat, Aman & Terpercaya.

    Tersedia 6 Games in 1 web :
    Poker, Domino, Bandar Ceme, Capsa, Ceme Keliling, dan Live Poker

    Minimal Deposit Rp.10.000,- & Wihtdraw Rp.20.000,-

    – Bonus New Member 10%
    – Bonus Freechip
    – Bonus Turn Over Mingguan
    – Bonus Refferal 10%

    BBM : 7AC8D76B

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>