Kolera Di Yaman Capai 300 Ribu Enam Bulan

      Tidak ada Komentar

Jenewa ( Berita ) : Yaman bisa memiliki kasus kolera sebanyak 300 ribu dalam waktu enam bulan, kata perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di negara tersebut, Nevio Zagaria, kepada wartawan di Jenewa melalui telepon pada Jumat.[19/5] “Kita memperkirakan bisa naik hingga 200.000-250.000 kasus selama enam bulan ke depan, selain 50.000 kasus yang telah terjadi, “katanya.
“Anda bisa mengerti dengan jumlah ini harga yang kita bayar dalam hal kehidupan atau jumlah korban akan sangat, sangat tinggi. ” Sementara itu pejabat di ibu kota Yaman, Sanaa, yang dikuasai gerakan bersenjata Houthi menyatakan negara itu dalam keadaan darurat akibat wabah kolera, yang telah membunuh puluhan orang.

Kementerian kesehatan Yaman meminta badan kemanusiaan dan pemberi bantuan lain membantu mengatasi wabah tersebut dan mencegah bencana belum pernah terjadi itu. Pranata kesehatan sangat parah, menurun akibat perang lebih dari dua tahun, yang juga mengakibatkan jutaan orang mengungsi, dan hal itu tidak dapat diatasi, kata kantor berita Saba.

Yaman dilanda perang pemberontak Houthi, yang bersekutu dengan Iran, dengan kekuatan gabungan pimpinan Arab Saudi, yang didukung Barat. Lebih dari 10.000 orang tewas, sebagian besar hampir setiap hari mengalami serangan udara, sejak pertempuran tersebut dimulai.

Hanya beberapa layanan medis yang masih berfungsi dan dua per pertiga penduduknya tidak memiliki akses terhadap air minum yang aman, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa. Sebuah epidemi akhir tahun lalu telah berangsur hilang, namun wabah kolera akhir-akhir ini sering menjangkit. Penyakit diare menewaskan 51 orang sejak 27 April, kata Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan 2.752 orang diduga terjangkit. Lima puluh delapan penderita lain terpastikan.

Sanaa menjadi daerah terparah yang dijangkiti oleh wabah, diikuti oleh provinsi Amanat al-Semah, menurut data WHO yang menunjukkan demikian. Kasus tersebut juga telah dilaporkan terdapat di kota besar lain, termasuk Hodeidah, Taiz dan Aden.

WHO mengatakan bahwa 7,6 juta orang tinggal di daerah dengan risiko tinggi penularan kolera. Sekitar 17 juta dari 26 juta orang di Yaman kurang mendapat makanan memadai dan setidak-tidaknya tiga juta anak-anak kekurangan gizi masuk kategori “bahaya berat”, kata PBB.

Negara Arab itu, yang berada di ujung selatan Jazirah Arab, terjerumus ke dalam perang saudara dua tahun lalu, sehingga lebih dari 10.000 orang –separuh dari mereka warga sipil tewas, dan lebih dari dua juta orang kehilangan tempat tinggal, kata beberapa lembaga kemanusiaan. (ant/rtr )

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>