Jokowi Berencana Hadiri “Arab Islamic American Summit”

      Tidak ada Komentar

UEPresiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Menko Perekonomian Darmin Nasution (ketiga kanan), Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar (kanan) menerima Menteri Energi Uni Emirat Arab (UAE) uhail Mohammed Faraj Al Mazrouei (ketiga kiri) dan delegasi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (18/5). Pertemuan tersebut membahas potensi peningkatan kerja sama dalam bidang energi hingga lima miliar dolar Amerika, kerja sama energi dalam bidang hulu dengan menggandeng Pertamina, perlindungan investasi, serta kerja sama listrik di Indonesia dengan memanfaatkan tenaga yang ramah lingkungan. (ant/Puspa Perwitasar )

Jakarta ( Berita ) : Presiden RI Joko Widodo berencana menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Arab-Negara Islam-Amerika Serikat (Arab Islamic American Summit) pada 21 Mei 2017, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir.
“Arab Islamic American Summit akan diadakan di Riyadh pada 21 Mei 2017. Presiden beberapa hari lalu telah menerima utusan khusus dari Raja Arab Saudi yang menyampaikan undangan untuk pertemuan tersebut,” ujar Arrmanatha di Jakarta, Kamis [18/5].

Menurut dia, pemerintah Indonesia memandang penting pertemuan tersebut, karena pertama kalinya ada pertemuan antara pemerintah Amerika Serikat yang baru dengan pemerintah negara-negara Islam untuk membahas isu yang menjadi perhatian bersama, terutama soal memerangi radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.

ESDMMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan (kanan) dan Menteri Energi Uni Emirat Arab (UEA) Suhail Mohammed Faraj Al Mazrouei berjabat tangan seusai penandatangan “Minute of Meeting” dalam pertemuan bilateral di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (18/5). Pertemuan bilateral kedua menteri yang dilakukan tertutup itu membahas beberapa hal di antaranya investasi dari UEA, bidang migas, sektor transportasi, serta pembahasan perjanjian perpajakan antara Indonesia dengan Uni Emirat Arab (UEA). (ant/Aprillio Akbar )

“Informasi terakhir yang kami terima, pertemuan tersebut akan ada sekitar 50 negara yang diundang. Selain itu, ada Sekjen PBB, Sekjen OKI (Organisasi Kerjasama Islam), Sekjen Liga Arab, Sekjen GCC (Dewan Kerjasama Negara Teluk),” tutur Arrmanatha.

Dia menyebutkan bahwa dalam pertemuan tersebut pemerintah RI akan menyampaikan pengalaman dan langkah Indonesia dalam memerangi terorisme dan radikalisme dengan pendekatan “soft power” dan “hard power”.

“Yang akan disampaikan Indonesia dalam pertemuan tersebut tentu kita sebagai negara dengan penduduk Islam terbesar maka suara kita berarti. Indonesia akan menyampaikan bagaimana Islam, moderasi, dan demokrasi dapat berjalan beriringan di Indonesia,” kata dia.

Arrmanatha menambahkan, hal yang akan menjadi perhatian bersama untuk dibahas dalam pertemuan itu adalah cara menangani peningkatan jumlah militan teroris asing (foreign terrorist fighters/FTF) dengan mencegah aliran pendanaan untuk jaringan teroris. (ant )

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>