Sumut Sedang Dilanda Krisis Kepemimpinan

      Tidak ada Komentar

MEDAN ( Berita ) : Pengamat Politik dari Universitas Sumatera Utara (USU) Wara Sinuhaji, menilai Sumut sedang dilanda krisis kepemimpinan. Itu terlihat dari belum satupun partai politik (Parpol) menetapkan kadernya menjadi calon gubernur Sumut (Cagubsu).
Wara Sinuhaji, mengatakan itu kepada Wartawan, Selasa (16/5). Dia menanggapi sikap DPP Partai Golkar yang belum merestui Ketua Partai Golkar Sumut Ngogesa Sitepu, sebagai Cagubsu pada Pilkada 2018.

Diberitakan sebelumnya,saat membuka Rapimda Partai Golkar Sumut, Senin (15/5), Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto, menyebutkan pihaknya dalam memutuskan calon kepala daerah yang akan bersaing pada Pilkada melalui mekanisme survei, untuk melihat elektabilitas dan rendahnya resistensi calon.

Itu artinya, Ketua Partai Golkar Sumut Ngogesa Setepu, juga belum pasti diusung partai sebagai Cagubsu. Menanggapi hal ini, Wara Sinuhaji, mengatakan pernyataan Setya Novanto itu mengisyaratkan bahwa kepala daerah yang merangkap sebagai ketua partai dan berkeinginan maju pada Pilkada, masih dinilai belum mendapat kepercayaan partai.

Katanya, fenomena ini merupakan cerminan dari minimnya figur yang ada di Sumut.Hal itu berbeda dengan yang terjadi di Bandung, misalnya. Ketika Partai NasDem, bisa langsung mendeklarasikan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, untuk maju pada Pilkada Jawa Barat.‘’Mengapa Tengku ErryNuradi, yang juga Ketua Partai Nasdem Sumut belum dideklarasikan sebagai calon Gubsu,dan masih menunggu hasil survey elektabilitas lagi. Begitu juga Ngogesa Sitepu, yang Bupati Langkat dan Ketua Partai Golkar Sumut,’’ kata Wara Sinuhaji.

Disebutkannya jika Parpol belum menetapkan kadernya sebagai Cagubsu dengan alas an menunggu survei elktabilitas,berartikan secara tidak langsung Parpol tersebut tidak percaya sama kadernya. “Jika partai politik saja tidak percaya dengan kadernya, bagaimana pula dengan masyarakat ? Sudah tentu masyarakat jauh lebih tidak percaya,” sebut Wara.

Katanya, hal seperti ini merupakan bukti tidak berjalannya sistem pengkaderan di partai, dan tidak berjalannya infrastruktur partai di berbagai tingkatan. Menurut Wara, jika memang pengkaderan jalan dan infrastruktur partai sampai tingkat ranting hidup, maka tidak ada alasan lagi bagi partai ragu menetapkan calon.

“Kalaupun ada keraguan, ya karena ada banyak figur yang siap untuk bertarung,bukan justru yang terjadi saat ini, dimana kader partai juga belum tentu dapat dukungan partainya sendiri,” katanya.

Wara melihat, saat ini semua tokoh politik terlihat tergantung oleh partai dan terkesan tidak percaya diri jika tidak mendapat dukungan dari partai. Katanya,kalau memang benar seorang itu memiliki track record kinerja yang bagus, bebas korupsi, dan disukai masyarakat, tentu ada calon yang langsung dipinang oleh partai. (WSP/crds/I)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>