Jelang Ramadhan Rentan Beredar Produk Tidak Standar

      Tidak ada Komentar

MEDAN ( Berita ) : Jelang bulan Ramadhan, permintaan produk,terutama makanan dan minuman akan meningkat signifikan. Hal ini rentan munculnya produk tidak sesuai standar dan disalahgunakan. Karena itu, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan akan melakukan peningkatan intensifikasi pengawasan dengan kerjasama koordinasi lintas sektor.
Dalam waktu dekat, BBPOM bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) akan meninjau ke lapangan, khususnya sentra yang menjadi pemasok utama kebutuhanmasyarakat.
Di antaranya pasar tradisional, grosir, pasar insidentil di daerah-daerah “Kita monitor. Konsumen juga diharapkan lebih selektif dan jangan tergoda harga murah atau diskon beli satu dapat dua dan sejenisnya.

Diharapkan lebih diperhatikan mulai dari toko sampai pengguna akhirharu. Jangan sampai ada produk tidak legal, bahkan kadaluarsa dan rusak,” imbau Kepala BBPOM Yulius SacramentoTarigan, usai serah terimajabatan di kantornya Jl. WillemIskandar, Selasa (16/5).

Menurutnya, sebagai Kepala BBPOM yang baru, dia tetap memberlakukan program generik standar, seperti pengawasan sarana dan produk. Mulai dari inisiasi awal, pengawasan dan tindak lanjut pada kondisi tertentu. Hal ini berkaitan dengan penguatan, seperti yang tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2017 tentang peningkatan efektivitas pengawasan.“Misalnya BBPOM mengawasi 100 sarana.

Dari jumlah itu ada 30 yang tidak sesuai standar, lalu kita rekomendasi keinstansi terkait dan ditindaklanjuti dalam hal pembinaan, perizinan. Atau pada kasus tertentu, kita lakukan penindakan, bahkan sampai pencabutan izin dan penegakan hukum,” tegasnya.

Saat ini, menurut Yulius,banyak bahan pangan berbahaya yang beredar di pasar-pasar tradisional di Medan dan sekitarnya, seperti Binjai dan Langkat. Bahan itu di antaranya pewarna makanan yang dilarang, pengawet, boraks, formalin, rodamin dan lainnya. “Informasi yang didapat dari Plt (pejabat) sebelumnya, saat ini yang paling urgent masih adanya bahan berbahaya yang ditemukan di pasar tradisional Medan dan sekitarnya,”ucapnya.

Dia mengatakan, untuk menghadapi kondisi tersebut,pihaknya akan melakukan fungsi pemberdayaan dan pembinaan serta ditetapkan lagi intervensi pasar aman dari bahan berbahaya.
BBPOM akan melakukan advokasi, kerjasama dan koordinasi dengan pemerintah daerah serta lintas sektoral, terkait yang memang berkontribusi peredaran bahan berbahaya tersebut di pasar tradisional. “Banyak modus penjual dan pemasok di pasar tradisional juga tidak mantap. Kalau di pasar modern, hampir tidak ada ditemukan,”tambahnya. (WSP/h02/I)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>