IPSI Tingkatkan Pembinaan

      Tidak ada Komentar

SilatGUBSU HT Erry Nuradi, Wabup Deliserdang Zainuddin Mars, dan Ketum KONI Sumut John Ismadi Lubis diabadikan bersama pesilat Kejurda Pelajar Sumut, Selasa (16/5). ( Repro/ WSP/Arianda Tanjung/B )

*700 Pesilat Perebutkan Piala Gubsu

MEDAN ( Berita ) : 700 pesilat dari 20 kabupaten/kota dan tujuh perguruan bersaing dalam Kejurda Pencak Silat Pelajar Sumut. Kejurda memperebutkan Piala Gubsu itu berlangsung di Gor Bahareddin Siregar Lubukpakam, 16-19 Mei.

Ke-20 Pengcab yang menurunkan atletnya adalah Pematangsiantar, Sibolga, Madina, Binjai, Nias Barat, Taput, Karo, Palas, Tapteng, Tanjungbalai, Simalungun, Pakpak Barat, Samosir, Tebingtinggi, Labura, Langkat, Batubara, Asahan, Deliserdang, dan Labuhanbatu.

Gubsu HT Erry Nuradi mengaku bangga karena pencak silat tidak hanya dipertandingkan dalam ajang nasional, tetapi juga internasional seperti SEA Games, Asian Games, dan bahkan sudah ada Kejuaraan Dunia.

“Memang pencak silat Sumut belum meraih medali emas di PON tahun lalu. Padahal kita sudah janjikan bonus besar bagi pesilat berprestasi. Terbukti, pada akhir Desember lalu, untuk pertama kalinya Pemprovsu memberikan bonus besar bagi atlet PON, Peparnas, Pospenas, dan Popnas hingga total Rp21 miliar,” ucapnya.

Terkait prestasi pencak silat Sumut yang belum maksimal di PON 2016, Gubsu meminta Pengprov IPSI Sumut meningkatkan pembinaan secara optimal. Selain itu, IPSI Sumut juga harus memperkuat kerjasama Pengcab dan perguruan di seluruh kabupaten/kota.

“Semoga Kejurda ini berkelanjutan setiap tahun, karena sudah lama event olahraga kita tidur dan tidak ada kejuaraan olahraga memperebutkan Piala Gubsu. Pemprovsu akan terus berkomitmen mendorong olahraga Sumut kembali bangkit,” jelas Erry.

Wakil Bupati Deliserdang, Zainuddin Mars, mengaku Pemkab Deliserdang juga terus berupaya mengembangkan pembinaan semua cabor termasuk pencak silat. Apalagi cabang tarung ini merupakan andalan Deliserdang di ajang tingkat daerah serta penyumbang atlet terbanyak bagi Sumut di ajang nasional seperti PON.

“Kejurda ini menjadi motivasi kami untuk tetap memberikan perhatian terhadap pengembangan prestasi semua cabor termasuk pencak silat. Mudah mudahan Sumut bisa berbicara di ajang nasional maupun internasional,” katanya.

Ketua KONI Sumut, John Ismadi Lubis, mengatakan untuk tingkat pelajar cabor pencak silat telah membuktikan mampu berprestasi dengan meraih 2 medali emas pada PON Remaja 2014. Sayangnya, pada PON 2016 pencak silat belum mampu meraih medali emas.

“Sumut di Kejurnas pelajar mampu bersaing dengan provinsi lain. Namun ketika memasuki atlet senior, kita selama ini sulit bersaing. Evaluasi kita memang frekuensi pertandingan, training camp, dan try out. Maunya setiap cabor bisa try out ke luar negeri, tapi itu semua tergantung anggaran,” jelasnya.

Ketua IPSI Sumut, Hj Dahliana, mengatakan salah satu upaya yang dilakukan pengurus saat ini dalamm meningkatkan pembinaan dan prestasi atlet adalah menjalin komunikasi dengan seluruh Pengcab IPSI agar pencak silat dipertandingkan di ajang Porkab maupun Porkot. “Mengingat Porkab/Porkot sebagai ajang seleksi atlet bagi setiap daerah untuk tampil di ajang tingkat provinsi seperti Porprovsu 2018,” ujar Dahliana.

Ketua Panitia Drs Joshua Sinurat menjelaskan Kejurda kali ini mempertandingkan kategori tarung dan seni putra/putri. “Kategori tarung mempertandingkan kelas A putri/putri. Kategori seni yakni nomor Tunggal, Ganda, dan Regu (TGR),” jelasnya. (WSP/cat/C)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>