Panitia SBMPTN 2017 Antisipasi Serangan Siber Ransomware

      Tidak ada Komentar

??????????Rektor Unimed Prof Syawal Gultom dan Rektor USU Prof Runtung Sitepu secara bersama-sama melakukan pemantauan sesaat sebelum pelaksanaan ujian SBPMTN, Selasa (16/5). ( Berita Sore/ist )

MEDAN (Berita): Pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2017 di Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Negeri Medan (Unimed), serta sekolah tempat lokasi SBMPTN, Selasa (16/5) pagi berjalan lancar.

“Ujian hari ini berjalan lancar karena Panitia Pusat SBMPTN dan Panlok sudah mengantisipasi serangan siber ransomware bagi pelaksanaan ujian berbasis komputer,” kata Rektor Universitas Negeri Medan Prof Syawal Gultom bersama Rektor Universitas Sumatera Utara Prof Runtung Sitepu saat melakukan monitoring ujian itu, Selasa (16/5).

Dijelaskannya, untuk pelaksanaan ujian SBMPTN bisa aman dari serangan virus karena pusat sudah mencegahnya melalui pusat kontrol.

Kedua rektor itu meninjau pelaksanaan SBMPTN menggunakan sistem Computer Based Test (CBT). Lokasi yang mereka monitoring mulai Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, serta di Fakultas Kedokteran di USU. Pada sesi pertama dilaksanakan ujian Saintek, kemudian Sosial Humaniora serta Campuran.

Dari USU, rombongan rektor menggunakan dua Bus USU bergerak meninjau lokasi ujian di Sekolah Harapan Jalan Imam Bonjol Medan. Pemantauan SBMPTN berakhir di kampus Unimed.

Peninjauan di Unimed diawali di Fakultas Bahasa dan Seni, lalu bergerak ke Gedung Serba Guna Unimed. Di gedung tersebut kedua rektor memantau proses ujian 15 peserta penyandang disabilitas.

Menurut Prof Syawal Gultom yang sekilas membaca soal-soal ujian SBMPTN, untuk menjawab soal-soalnya itu tidak susah tetapi memerlukan logika. Pertanyaan yang ditanyakan masih dalam kisi-kisi pembelajaran, tinggal kembali kepada ketelitian peserta, kemudian logika mereka. “Kita bersyukur karena sampai saat ini tidak ada tanda-tanda kelainan dan keanehan, peserta menjalankan tes secara tertib dan serius,” kata Prof Syawal Gultom.

Prof Runtung Sitepu dan Prof Syawal Gultom menyebutkan kehadiran peserta hingga 99, 99 persen. Disebutkan juga, kesiapan panitia dalam SBMPTN 2017 ini sudah cukup baik. Pada kesempatan itu dia mengingatkan, peserta yang gagal di jalur SNMPTN, SBMPTN, USU dan Unimed menyediakan jalur Ujian Masuk Bersama (UMB).

Sementara itu, berdasarkan data dari Panlok I4 Medan , sebanyak 58 ribu peserta mengikuti ujian SBMPTN tahun 2017, dibagi menjadi tiga bagian, Saintek , Soshum, dan Campuran, Sedangkan jumlah pengawas lebih kurang 6.000 orang, 4.000 di USU dan 2.000

Panlok 14 membawahi empat PTN yakni, USU, Unimed, UINSU, dan Universitas Samudra Langsa. Jumlah peserta keseluruhan tersebut terdiri dari peserta ujian kelompok Sains dan Teknologi (Saintek) sebanyak 24.760 pendaftar, Sosial Humaniora (Soshum) 20.916 pendaftar dan Campuran sebanyak 12.302 pendaftar. dengan jumlah total 57.978 peserta.

Jumlah lokasi seluruhnya, untuk program saintek dan Campuran ada 45 lokasi di USU sedangkan soshum ada 38 lokasi di Unimed . Jumlah pendaftar meningkat, tahun 2016 jumlah peserta sekitar 51 ribu lebih dan tahun 2017 sebanyak 58 ribu. Lokasi ujian SBMPTN di Panlok 14 Medan ada 73 lokasi, yang tersebar di berbagai wilayah yang sudah ditetapkan panitia. (aje)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>