Masjid Baiturrahman Sentral Kegiatan Umat

      Tidak ada Komentar

MasjidWarga memadati halaman masjid Raya Baiturrahman yang telah dibangun payung elektrik di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (13/5). Masjid Raya Baiturrahman yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1022 H/1612 M itu kini dilengkapi 12 unit payung elektrik, tempat wudu dan area parkir bawah tanah dengan anggaran Rp458 miliar yang diperkirakan mampu menampung 24.400 jamaah. (ant/Irwansyah Putra )

Banda Aceh ( Berita ) : Wakil Presiden Jusuf Kalla mengharapkan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh berfungsi serbaguna dan menjadi sentral kegiatan umat. “Fungsi masjid harus serbaguna dan menjadi sentral kegiatan masyarakat,” kata Wapres saat meresmikan landscape Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh, Sabtu [13/5].

Wapres yang juga Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengingatkan masjid yang indah dan dilengkapi sarana-sarana pendukung bukan hanya bangunannya yang serbaguna tapi juga fungsinya.

“Masjid selain sebagai tempat ibadah, bukan hanya sebagai tempat pendidikan. Di samping berdiskusi tentang agama juga membahas tentang ekonomi dan kemajuan masyarakat,” tambah Wapres. Masjid, menurut Wapres juga dapat menjadi tempat membina kesehatan masyarakat dan semua aspek kemasyarakatan lainnya.

“Tentu sejarah masjid di zaman Rasulullah menjadi tempat mengatur strategi, tempat pertemuan, dan sejarah masjid ini begitu juga. Saya ingat saat tsunami masyarakat berlindung di masjid,” ujar Wapres.

Wapres meresmikan wajah baru Masjid Raya Baiturrahman yang telah dilengkapi dengan 12 payung elektrik seperti Masjid Nabawi, Arab Saudi. Masjid diperindah dengan lantai marmer yang diimpor langsung dari Italia serta sekeliling halaman masjid akan ditanam 35 pohon kurma.

Masjid yang menjadi ikon Provinsi Aceh tersebut dulu hanya mampu menampung 9.000 orang di dalam masjid, kini mampu menampung 24 ribu orang baik di dalam maupun luar masjid. Selain itu, saat ini tempat wudhu atau pengambilan air sembahyang Masjid Raya berjumlah 288 titik. Tempat berwudhu tersebut berada di basement masjid.

Area parkir Masjid Raya juga terletak di basement. Area parkir mampu menampung 300 mobil dan 347 sepeda motor. Sebelumnya, parkir jamaah masjid berada di badan jalan yang kerap menimbulkan kemacetan, terutama saat padat lalu lintas.

Bergaya Madinah

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengapresiasi wajah baru Masjid Raya Baiturrahman di Provinsi Aceh yang telah dilengkapi 12 payung elektrik menyerupai gaya Masjid Nabawi di Madinah. “Masjidnya menjadi Masjid Raya Baiturrahman di Serambi Mekkah dengan gaya Madinah. Jadi lengkaplah semuanya,” kata Wapres Jusuf Kalla saat meresmikan lanskap baru Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Sabtu [13/5].

Sebagai Wakil Presiden dan Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia, ia menyampaikan rasa bahagia dan penghargaan atas segala upaya semua memajukan keagamaan di Aceh dan juga peningkatan rasa kecintaan kepada masjid.

“Tentu barulah menjadi lengkap apabila kemakmurnan masjid ini sejalan dengan keindahannya. Kemakmuran masjid bermakna bahwa masjid ramai dipakai untuk ibadah sekaligus juga masjid bermanfaat bagi masyarakat ” tambah Jusuf Kalla.

Berbagai fasilitas pendukung juga dibangun di lingkungan masjid kebanggaan masyarakat Aceh tersebut mulai dari parkiran bawah tanah yang dapat menampung sekitar 300 mobil dan 347 sepeda motor dilengkapi tangga berjalan.

Wapres mengatakan, Masjid Raya Baiturrahman merupakan ikon masjid di Indonesia secara keseluruhan. “Tidak ada kalender masjid tanpa Masjid Baiturrahman karena khas dan merupakan suatu kelebihan dan kebanggaan kita semua. Apabila dikenalkan Aceh pasti yang muncul masjid ini,” katanya.

Hal tersebut menurut Wapres melambangkan bahwa masyarakat Aceh dalam keadaan apapun memang tidak pernah lepas dari masjid, selalu bersama-sama dengan masjid karena masjid menjadi lambang peradaban di Aceh. (ant )

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>