Jalan Provinsi Rusak Parah

      Tidak ada Komentar

LubangKerusakan jalan provinsi Sibuhuan (Palas) Gunungtua (Paluta) mengancam keselamatan pengendara. Seperti dalam gambar badan jalan berlubang dan membentuk parit yang membahayakan pengendara terdapatdi dekat jembatan Desa Aek Nabara, Kecamatan Aek Nabara, Barumun. ( Repro/ WSP /Syarif Ali Usman/C )

*Kunjungan Ke Daerah, Warga Minta Gubsu Gunakan Jalur Darat

SIBUHUAN ( Berita ) : Ratusan titik kerusakan terlihat di jalan provinsi yang menghubungkan Sibuhuan (Palas) – Gunungtua (Paluta). Kerusakan infrastruktur yang sudah berlangsung cukup lama ini, tidak pernah mendapat perhatian serius dar iPemprovsu.

Berbicara kepada Wartawan , Jumat (12/5), sejumlah warga yang bermukim di sepanjang jalan provinsi itu menduga Pemprovsu sengaja menganaktirikan Pemkab Padanglawas. Bahkan, warga Sibuhuan mengaku jengkel terhadap kerusakan jalan provinsi yang tidak pernah mendapat perhatian dari Gubsu.

Mereka meminta agar Gubernur Sumatera Utara HT.Erry Nuradi lebih sering menggunakan jalur darat saat melakukan kunjungan kedaerah-daerah. Hal ini bertujuan agar Gubsu ikut merasakan penderitaan yang dialami masyarakat seperti kerusakan jalan provinsi Gunungtua – Palas ini.

Informasi yang diperoleh Wartawan di lapangan, Pemprovsu seakan tidak mempedulikan kerusakan badan jalan terutama lapisan atas dan beram itu. Padahal, kerusakan infrastruktur itu telah mengakibatkan kecelakaan dan kerap menimbulkan korban.

Padahal, jalan provinsi ini tidak pernah sepi dari lalulintas kendaran mulai dari sepedamotor, becak dan angkutan umum, mobil pribadi, bus, truk dan jenis kendaraan lainnya. Apalagi pada jam sibuk, pagi maupun sore, ruas jalan ini selalu dilalui kendaraan dinas pemerintahan maupun swasta.

Pantauan Wartawan selama sepekan terakhir, jalan yang rusak, berlubang akibat aspal lapisan atas terkelupas terdapat di kawasan Pasar Sibuhuan, kemudian di Desa Salam Bue, Sibuhuan Jae, Janji Matogu dan Desa Pagaran Silindung, Kecamatan Barumun.

Jalan berlubang juga terdapat di Desa Tangga Bosi dan Pagaran Jalu Jalu. Sedangkan mendekati jembatan menuju Desa Pasar Latong (ibu kota Kecamatan Lubuk Barumun) terdapat lubang dengan kedalaman hampir 20 cm dengan lebar sekitar satu meter. Di lokasi ini sering terjadi kecelakaan tunggal kendaraan roda dua.

Kemudian beberapa titik permukaan jalan bergelombang dan berlubang hingga ke Desa Gunung Manobot. Dikawasan Desa Tangga Bulu terdapat enam titik lubang yang siap mengancam keselamatan pengendara. Warga setempat sering menutupnya dengan tanah, namun tidak bertahan lama.

Di jembatan Sungai Sangkilan juga terdapat kerusakan berupa lubang. Kemudian beberapa lubang yang cukup membahayakan juga terdapat di jalan lurus menuju Huta Lombang dengan kerusakan berada di tengah dan di bahu jalan.

Kerusakan parah juga terdapat di jalan provinsi menuju jembatan Desa Aek Nabara. Dilokasi itu, badan jalan berlubang membentuk parit berkedalaman 30 cm. Sedangkan di sisilainnya permukaan jalan yang bergeser menimbulkan lubang dan gundukan yang mempersulit pengendara.

Kasi Pemeliharaan Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi Provinsi Sumatera Utara UPTD Gunungtua, Hasian Dasopang mengatakan, perbaikan jalan berupa penutupan lubang dan yang lainnya (paching) akan dimulai menjelang Lebaran atau persiapan menjelang mudik Lebaran. (WSp/a34/I)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>