Unimed Fokus Peningkatan Kualitas Riset

      Tidak ada Komentar

MEDAN (Berita): Pelibatan sumber daya manusia Universitas Negeri Medan (Unimed) dalam berbagai kegiatan skala nasional menunjukkan apa yang sudah dicanangkan dalam rencana strategis pengembangan universitas ini, yaitu daya saing nasional dapat terwujud.

“Seiring dengan itu, ke depan Unimed juga akan lebih fokus pada peningkatan kualitas riset yang juga akan berkonstribusi pada visibility Unimed di dunia luar,” ungkap Rektor Unimed Prof Dr Syawal Gultom, MPd pada wisuda 1.406 lulusan program Doktor, Magister, Sarjana dan Diploma di Gedung Serbaguna kampus itu, Selasa (9/5).

Rektor menyebutkan, untuk dapat mencapai universitas bereputasi internasional, tahap pertama tentu saja universitas tersebut harus dikenal. Untuk dapat dikenal dengan dunia luar, kata rektor, Unimed harus mengupayakan munculnya penelitian unggulan yang layak dipublikasikan pada jurnal-jurnal bereputasi nasional dan internasional.

“Oleh karena itu para dosen harus mempedomani roadmap penelitian yang telah disusun oleh Lembaga Penelitian Unimed, dimana roadmap ini telah gayut dengan tema-tema penelitian daerah dan nasional,” tuturnya.

Rektor menjelaskan, revitalisasi riset di Unimed juga didukung dengan semakin bertambahnya program studi pascasarjana. Pembelajaran yang berlangsung pada jenjang pascasarjana berbasis riset, dan riset yang dilakukan oleh mahasiswa juga tetap gayut dengan roadmap penelitian Unimed, sehingga visi Unimed dapat terwujud.

Pada kesempatan itu, Rektor mengungkapkan bagi para lulusan bidang pendidikan diinformasikan bahwa dalam waktu dekat pemerintah akan meluncurkan program pendidikan profesi guru (PPG) reguler.

Rektor mengingatkan, PPG akan diselenggarakan oleh LPTK yang ditunjuk oleh pemerintah melalui seleksi yang ketat. Sebab, menurut rektor, untuk dapat menghasilkan guru yang profesional dibutuhkan proses pendidikan baik dan itu tentu saja dapat dilakukan pada lembaga pendidikan yang baik pula.

Terkait penerimaan mahasiswa baru, pada 2017 ini Unimed menerima mahasiswa baru melalui 3 jalur, yaitu SNMPTN, SBMPTN, dan Mandiri dengan proporsi mahasiswa 30 persen, 40 persen, dan 30 persen.

Penerimaan jalur SNMPTN sudah dilaksanakan, dengan 29.904 orang calon yang memilih Unimed. Sebanyak 11.666 orang diantaranya memilih Unimed sebagai perguruan tinggi pilihan pertama, sedangkan 13.238 orang memilih Unimed sebagai perguruan tinggi pilihan kedua.

Disebutkan rektor, pendaftar SNMPTN 2016 berasal dari 25 provinsi mulai Papua, NTT, Sulawesi, Kalimantan, Jawa dan Sumatera. Namun untuk saat ini pendaftar terbanyak masih berasal dari Sumatera terutama Sumatera Utara, NAD, Sumatera Barat, Riau, dan Jambi.

“Penerimaan mahasiswa baru merupakan salah satu tahapan penting dalam perbaikan kualitas. Sistem seleksi yang kredibel, transparan, dan berkeadilan berimbas pada perbaikan iklim pembelajaran yang kondusif. Ini secara keseluruhan berkontribusi pada peningkatan kualitas Unimed,” pungkasnya. (aje)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>