Ekonomi Sumut TR I 2017 Tumbuh 4,50 Persen

      Tidak ada Komentar

*Jauh Dibawah Nasional

MEDAN (Berita): Pada Triwulan (Tr) I-2017, perekonomian Sumut hanya tumbuh 4,50 persen dibanding triwulan I-2016, jauh di bawah nasional sebesar 5,01 persen. Juga masih di bawah dari pertumbuhan ekonomi posisi sama tahun 2016 sebesar 4,66 persen. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara Syech Suhaimi mengatakan hal itu kepada wartawan di kantornya Senin (8/4).

Saat itu dia didampingi Kabid Statistik Sosial Ramlan dan Kabid Neraca Wilayah dan Analisa Statistik Ateng Hartono. Hadir di sana Deputi Pemimpin Bank Indonesia (BI) Wilayah Sumatera Utara Harries Meirizal. Suhaimi menilai agak prihatin dengan angka pertumbuhan ekonomi yang rendah ini, padahal sudah cukup lama angkanya tak pernah di bawah nasional,” katanya.

Menurut dia, rendahnya pertumbuhan ekonomi triwulan I 2017 karena tiga sektor besar pertumbuhannya dibawah yang diprediksikan. Pertama sektor pertanian pertumbuhan terendah hanya 2,01 persen, padahal kita inginkan 4 persen. Kedua, sektor industri juga minus dan ini yang tertekan sekali. Dua sektor ini rendah sehingga terimbas pada sektor perdagangan yang juga tumbuh rendah, termasuk juga sektor perkebunan. “Tiga sektor ini paling fatal membuat rendahnya pertumbuhan ekonomi di Sumut,” tegasnya.

Ia bahkan tak habis pikir juga dimana letak rendahnya pertumbuhan ekonomi selain tiga sektor tadi. Sebab dalam tiga bulan berturut-turut, Sumut deflasi, angkanya tetap lebih rendah dari nasional. Deflasi menunjukkan harga-harga komoditi khususnya pangan mengalami penurunan. Berarti deflasi bisa jadi karena pengaruh daya beli, pasokan dan distribusi saja.

Begitupun Suhaimi tetap optimis Sumut mampu meraih pertumbuhan ekonomi yang. Tinggi. “Ini kan masih triwulan I, mudah-mudahan sampai akhir tahun pertumbuhannya bisa meningkat,” katanya.

Ia menjelaskan meskipun pertumbuhan rendah, namun semua lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 11,45 persen, diikuti real esatate 9,85 persen serta informasi dan komunikasi 9,33 persen.

Struktur ekonomi Sumut pada triwulan I-2017 masih didominasi oleh tiga lapangan usaha yakni pertanian, kehutanan dan perikanan 21,61 persen, industri pengolahan 20,52 persen, perdagangan besar eceran dan reparasi mobil sepeda motor 17,77 persen. “Peranan ketiga lapangan usaha itu mencapai 59,90 persen terhadap total PDRB Sumut,” katanya.

Lapangan usaha industri pengolahan memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 1,08 persen, diikuti perdagangan besar eceran dan reparasi mobil sepeda motor 0,84 persen dan konstruksi sebesar 0,63 persen.

Sedangkan dari sisi pengeluaran, jelasnya, komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga (PKRT) mengalami pertumbuhan sebesar 5,57 persen diikuti pengeluaran konsumsi pemerintah (PKP) yang tumbuh 4,63 persen.

Pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tumbuh sebesar 4,05 persen, pengeluaran konsumsi lembaga non profit (PKLNPRT) sebesar 3,96 persen serta pengeluaran impor barang dan jasa tumbuh sebesar 2,15 persen.

Struktur ekonomi Sumut triwulan I 2017 menurut pengeluaran didominasi oleh komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 53,42 persen diikuti konponen ekspor barang dan jasa sebesar 35,92 persen dan komponen PMBT sebesar 31,02 persen.

Secara. Nominal, PDRB Sumut triwulan I tahun 2017 atas dasar harga berlaku mencapai Rp164.421,51 miliar dan PDRB atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp118,430 miliar. (wie)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>