Uang Lusuh Di Bali Rp 8,46 Triliun

      Tidak ada Komentar

Denpasar ( Berita ) : Bank Indonesia Provinsi Bali mencatat selama tahun 2016 jumlah uang tidak layak edar di Pulau Dewata mencapai Rp8,46 triliun atau naik dari tahun sebelumnya mencapai Rp5,22 triliun. “Kenaikan uang tidak layak edar selama 2016 itu mencapai 62 persen,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana di Denpasar, Minggu [7/5].
Causa menambahkan selama triwulan pertama tahun 2017, BI mendapatkan Rp1,49 triliun uang tidak layak edar. Uang tidak layak edar itu merupakan uang yang di antaranya sudah lusuh, sebagian didapatkan dari setoran perbankan ke bank sentral tersebut dan hasil penukaran di kas keliling.

Selama tahun 2016 bank sentral tersebut meningkatkan aktivitas kas keliling yang mencapai 113 kali dibandingkan tahun 2015 yang mencapai 89 kali. Kas keliling menyasar masyarakat khususnya daerah yang jauh dari pusat kota dan pasar-pasar tradisional.

Causa mengatakan bank sentral mengajak masyarakat untuk mewujudkan uang besih atau “clean money policy” mengingat Bali merupakan daerah wisata dunia sehingga kedaulatan uang Rupiah harus ditunjukkan kepada masyarakat internasional.

BI, lanjut Causa, telah memusnahkan uang tidak layak edar termasuk uang tidak layak edar yang didapatkan triwulan pertama tahun ini melalui prosedur ketat. BI Bali tahun lalu juga mengerahkan tim khusus untuk memburu uang lusuh di Bali untuk ditukarkan dengan uang berkualitas bersih dan baik. Tim tersebut menyasar warga, pedagang di kios dan pasar-pasar tradisional di Denpasar yang memiliki uang lusuh untuk ditukarkan. (ant )

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>