Polisi Bongkar Perdagangan Manusia Ke Malaysia

      Tidak ada Komentar

PoldaKapoldasu Irjen Rycko Amelza Dahniel saat menyampaikan pengungkapan kasus perdagangan manusia dengan modus TKI Ilegal dengan 7 tersangka serta lima orang saksi di Poldasu,Jumat (5/5). (Repro/ WSP/Rudi Arman/B )

MEDAN ( Berita ) : Poldasu membongkar sindikat perdagangan orang dengan modus penyelundupan TKI ilegal ke Malaysia dengan menangkap 7 orang sindikat dan mengamankan 42 calon TKI dalam penggerebekan di Desa Bagan Asahan kec.Tanjung Balai Kab. Asahan.
Tersangka SM (Pemilik Rumah Penampungan) dan MAM alias Agus, ditangkap di Desa Bagan Asahan kec. Tanjung Balai Kab. Asahan, D alias Ibu Ade ditangkap di rumahnya di Desa Bagan Asahan, Dusun VI, Jl. TPI Kolam Kel. Bagan Asahan, Kec. Tanjung Balai.

Tersangka Y alias Taing Marpaung, ditangkap di rumahnya Jl. Ulamah Rambung Merah, Lorong Cempaka No 66, Kec. Siantar, Kab. Simalungun, J alias Johan Sinaga ditangkap di Asahan sedangkan, J alias Alang dan T, ditangkap di Depok Jakarta Timur.

Para tersangka ini ditangkap berdasarkan keterangan korbannya diantaranya Faridawati, 39, warga Dusun IV, Maria Padang Kec. Tebing Tinggi, Nuraisah alias Aisyah, 45 , warga Jl. Rumah Potong, Gang Pribadi, Kel. Mabar, Kec. Medan Deli, Raeman Binti Rabudin, 38, warga Desa Lawe Gerger, Kec. Ketambe, Hera-wati Bakara, 36 , warga Jl. Lorong Rambong Merah P. Siantar dan Aisah, 36, warga Desa Suka Maju Kec. Tj. Tiram Batubara.

Kapoldasu Irjen Rycko Amelza Dahniel kepada waratawan, Jumat (5/5), mengatakan, terbongkarnya kasus ini berdasarkan pengaduan Jogi Marune Tua Simanjuntak tanggal 7 April 2017 .

Dijelaskan Kapoldasu, awalnya menerima informasi dari masyarakat mengatakan di Desa Bagan Asahan, Kec. Tanjung Balai Kab. Asahan akan ada pengiriman TKI (Tenaga Kerja Indonesia) Iilegal ke Malaysia yang diangkut dengan Kapal Tongkang.

Mendengar kabar tersebut, selanjutnya anggota Poldasu berangkat ke lokasi untuk menindak lanjuti Informasi tersebut. Setelah sampai di TKP, personil melakukan penyelidikan mendapatkan 42 orang diduga TKI Ilegal yang akan berangkat menuju Malaysia dengan menggunakan kapal tongkang.

Polisi juga menangkap 7 orang yang diduga merekrut, menampung dan memfasiltasi keberangkatan para TKI tersebut. Di lokasi juga ditemukan barang bukti uang tunai RP 1.200.000 dan Rp 800.000 yang diduga sebagai hasil kejahatan tersebut,” jelas Kapolda.

Menurut Kapoldasu, para tersangka mempunyai peran masing-masing. Tersangka SM, perannya menampung/menyediakan rumah untuk para TKI Ilegal, MAM alias Agus, perannya menampung/menyediakan rumah untuk para TKI Ilegal, D alias Ibu Ade, merengkrut para TKI untuk bekerja di Malaysia dan selanjutnya menyerahkan kepada tersangka T.

Tersangka Y alias Taing, merengkrut para TKI yang selanjutnya menyerahkan kepada tersangka J dan ditampung dirumah SM. J alias Johan Sinaga, menampung TKI dari tersangka Y alias Taing kemudian dibawa ke Rumah SM dan MAM alias Agus.

Selanjutnya tersangka T, menampung TKI dan membantu perlengkapan tongkang dan J alias Alang sebagai pemilik tongkang, peran-nya menyediakan Kapal Tongkang untuk mengangkut para TKI ke Malaysia dengan bayaran sebesar Rp1.300.000/orang untuk diberangkatan ke Malaysia tanpa Paspor.

Dijelaskan Kapoldasu, para tersangka dikenakan Pasal yang Dipersangkakan : 2,10,11 UU RI NO 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan an-caman hukuman diatas lima tahun. (WSP/m39/J)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>