Bupati Palas Beri Tali Asih Pensiunan Guru.

      Tidak ada Komentar

TSOBupati Kab. Palas H. Ali Sutan Harahap (TSO) memberikan tali asih kepada puluhan Pensiunan Guru, pada Peringatan Hardiknas, di Lapangan Merdeka Sibuhuan, Selasa (2/5). (Berita/ Muhammad Satio Nasution).

SIBUHUAN (Berita) : Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap tanggal 2 Mei, Bupati Kab. Padangalawas (Palas) H. Ali Sutan Harahap (TSO), tahun ini memberikan tali asih kepada puluhan pensiunan Guru sebagai wujud terimakasih atas jasa-jasanya mencesdaskan anak bangsa khususnya di Palas.

Pantauan Berita, Selasa (2/5) di Lapangan Merdeka Sibuhuan. Acara yang sebelumnya dimulai dengan Upacara penaikan Bendera Merah Putih, tampak diikuti peserta didik mulai jenjang PAUD hingga tingkat SLTA dan dirangkai dengan pawai Merching Band serta penyerahan hadiah kepada para Siswa/i pemenang lomba sebelumnya dalam memeriahkan peringatan itu.

TSO dalam pidatonya menyampaikan, penghargaan dan penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh tenanga pendidik yang telah mengabdi dan berkorban demi kemajuan pendidikan di tanah air. Terlebih kepada sosok Ki Hadjar Dewantara yang sudah disepakati sebagai bapak Pendidikan Nasional.

Katanya, peran Ki Hadjar Dewantara awal perintisan Pendidikan nasional sangat besar, baik berupa gagasan, pemikiran, maupun terawang masa depan. Oleh sebab itulah gagasan dan pemikiran beliau tetap relevan dan menjadi acuan bagi pembangunan pendidikan dengan tanpa bermaksud mengecilkan peran para tokoh pendidikan lainnya.

Beberapa pandangan pemikiran Ki Hadjar Dewantara yakni, Panca Dharma bahwa pendidikan perlu beralaskan 5 dasar, Kemerdekaan, kodrat alam, kebudayaan, kebangsaan dan kemanusiaan. Kemudian, KON-3 yaitu bahwa penyelenggaraan pendidikan harus berdasarkan kontinuitas, konvergensi, dan konsentris, dalam arti proses pendidikan perlu berkelanjutan, terpadu, dan berakar di bumi tempat dilangsungkannya pendidikan.

Serta Tri-Pusat Pendidikan, bahwa pendidikan hendaklah berlangsung di tiga lingkungan. Yaitu, lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat yang saling berhubungan simbiotis dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

Lanjutnya, dalam kepemimpinan pendidikan Ki Hadjar Dewantara mengajukan tiga konsep “Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani” yang artinya apabila didepan memberikan teladan, apabila ditengah memberikan ilham (inspirasi) dan apabila dibelakang memberikan dorongan.

Gagasan pemikiran dan prinsip-prinsip pendidikan tersebut, adalah dasar acuan visi Presiden Joko Widodo di bidang pendidikan. Dimana, masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh generasi peserta didik masa kini yang memiliki karakter atau budi pekerti yang kuat, serta menguasai berbagai bidang keterampilan hidup, vokasi dan profesi abad 21 yang dalam hal ini Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan bersiap melakukan reformasi pendidikan nasional baik pada tataran konseptual maupun manajerial.

Akhirnya, pada peringatan Hardiknas ini, mari kita singsingkan lengan baju untuk menggerakkan reformasi pendidikan nasional demi anak cucu kita. Semoga tema peringatan Hardiknas ini, “Percepat Pendidikan yang Merata dan Berkualitas” Tuhan seru sekalian alam meridhoi. Ungkap Bupati. (tio).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>