Tanaman Jeruk Karo Terserang Hama Lalat

      Tidak ada Komentar

MEDAN (Berita): Sentra tanaman buah jeruk madu di Sumatera Utara terdapat di Kabupaten Karo, Dairi dan Simalungun. Namun sudah sejak lama tanaman buah ini terkena serangan hama lalat terbesar di Karo dan para petani mengalami kerugian cukup besar. Sedangkan Simalungun dan Dairi masih dapat dikendalikan. Hal itu diungkapkan Kasubbag Program Dinas Pertanian dan Holtikultura Sumatera Utara Yuspahri melalui Stafnya Mugiono kepada Berita Senin (1/5).

Ia mengatakan, akibat besarnya serangan itu para petani mengalihfungsikan lahan tanaman jeruk ke tanaman lain. Bisa jadi akibat serangan itu buah jeruk asal Karo pada rusak dan mengakibatkan harganya mahal,ujar Mugiono.

Disebutnya, serangan hama lalat itu langsung menyucuk buah dan buah lama kelamaan menciut.Oleh petani langsung mengumpulkan buah dan memasukkannya ke lobang. “Telur yang menetas di buah jadi larva lalat.

Kalau sudah begini perawatan sangat berat,” ungkapnya seraya menyebut belum ada pencegahan effektif terhadap tanaman ini, Menyinggung produksi buah jeruk, menurutnya, untuk 1 pohon ada 739,48 kwintal per hektar setara 100 kg. Selama 2015 produksi sebesar 483.006 ton terbesar produksi Karo menghasilkan 1.859.242 pohon. Simalungun 448.827 pohon dan Dairi 332 660 pohon.

Tanaman jeruk dipinggir jalan umumnya dijadikan agro wisata bagi wisatawan dalam dan luar negeri. Artinya di lokasi ini pendatang dapat memetik langsung jeruk dan memakannya. “Petani lebih untung seperti ini,ujarnya tanaman jeruk gak ada musim. (wie)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>